Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Andini Aridewi mengatakan baju impor bekas yang tidak dicuci dengan benar berisiko membawa bibit penyakit. Ia pun mengimbau lebih baik tidak menggunakan pakaian bekas yang diimpor.

”Lebih baiknya mengutamakan pencegahan dari risiko tertular penyakit. Salah satunya dengan tidak membeli pakaian bekas impor," katanya, Kamis (30/3/2023).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus dr Ahmad Syaifuddin mengatakan, pakaian bekas impor dapat membawa patogen penyakit, salah satunya penyakit kulit. Namun, menurutnya, hal ini bergantung pada konsumen yang membeli.

”Kalau sudah dicuci dengan benar aman," ujarnya.

Baca: Menkop UKM Nilai Impor Pakaian Bekas Rusak Industri Kecil dan Matikan 1 Juta Pekerja

Menurutnya, ketika konsumen belum paham tata cara mencuci dengan benar, pihaknya menyarankan agar konsumen tidak membeli. Namun, kalau konsumen sudah paham tata cara sterilisasi pakaian bekas hal itu dirasa tidak menjadi masalah.”Intinya kalau konsumen tahu cara mencuci atau sterilisasi pakaian bekas tidak masalah. Tetapi kalau belum tahu sebaiknya tidak perlu membelinya," imbuhnya.Sementara Iqbal Faza, Dosen Manajemen Logistik Politeknik Rukun Abdi Luhur Kudus menyebut, dari segi peminat baju bekas impor merupakan kalangan menengah ke bawah.”Mohon maaf konsumen kalangan tersebut hanya berpikir harganya murah. Tanpa peduli dengan aspek kesehatan. Apalagi mereka juga belum mengerti cara sterilisasi pakaian bekas," sambungnya. Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler