Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Unit Donor Darah PMI Kudus, dr Arief Adi Saputro mengatakan, masih banyak masyarakat yang takut dengan kondisi tubuhnya yang lemas saat donor darah saat puasa. Oleh sebab itu, dia memberikan beberapa tips donor darah saat Ramadan.

Ia mengatakan, donor darah saat puasa memang dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas. Namun, hal itu dapat diantisipasi dengan minum yang cukup saat sahur atau berbuka.

”Donor darahnya bisa diantisipasi mendekati waktu magrib. Sehingga ketika cairan dalam tubuh terbuang, dapat langsung tergantikan," katanya, Jumat (31/3/2023).

Baca: Donor Darah Batalkan Puasa atau Tidak? Ini Jawaban Ketua Muhammadiyah Jateng

Kemudian, asupan nutrisi saat sahur dan buka harus seimbang. Minum air yang cukup juga disarankan. ”Bisa juga donor darah selepas buka puasa," sambungnya.

Menurutnya ketika ada pendonor yang sampai pingsan hal itu dikarenakan adanya kurangnya cairan dalam tubuh. Sebab, mendonorkan darah memang mengeluarkan cairan, sehingga tubuh terasa lemas.

”Asalkan asupan cukup saya rasa tidak masalah mendonorkan darah saat sedang berpuasa," imbuhnya.
Sementara Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir menjelaskan, donor darah saat sedang puasa tidak membatalkan.Sebab, seseorang yang melaksanakan donor darah tidak memasukkan sesuatu ke dalam tubuh, sehingga tidak membatalkan puasa.Baca: Ini Tips Tetap Bugar saat Menjalani Puasa Ramadan bagi Kurir dan OjolMenurutnya, hal tersebut berbeda dengan saat kondisi seseorang sedang diinfus. Yakni memasukkan cairan ke dalam tubuh.”Selain tidak menyuntikkan atau memasukkan sesuatu ke dalam tubuh, orang yang membutuhkan darah itu tidak bisa menunggu Ramadan selesai dahulu baru dapat darah karena sifatnya darurat,” katanya. Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler