Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ngabuburit dengan kaligrafi ini bisa dinikmati di Festival Takjil yang digelar Kampung Budaya Piji Wetan, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Festival ini berlangsung hingga Minggu 9 April 2023.

Sebanyak 31 kaligrafi karya 25 kaligrafer dipamerkan dalam acara tersebut. Koordinator Kampung Budaya Piji Wetan, Muhammad Zaini mengatakan, kaligrafi yang dipamerkan berasal dari kelas kaligrafi yang telah dilaksanakan tiga bulan silam.

Kaligrafi karya peserta dipamerkan sebagai bentuk apresiasi. ”Pameran kaligrafi ini sebagai bentuk apresiasi kami bagi peserta," katanya, Sabtu (8/4/2023).

Menurutnya, peserta membutuhkan wadah terhadap karyanya. Sehingga perlu diselenggarakan pameran kaligrafi.

”Ketika mereka sudah berkarya tetapi tidak ada wadahnya eman-eman. Kaligrafi tersebut karya dari peserta di sekitar sini dan juga dari kota lain di luar Kabupaten Kudus," imbuhnya.

[caption id="attachment_371667" align="alignleft" width="1280"] Produk UMKM Kudus yang berada di Kampung Budaya Piji Wetan, Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)[/caption]

Muhammad Choirul Anam, Koordinator Pameran Kaligrafi mengatakan, kaligrafi yang dipamerkan yakni kaligrafi kontemporer, kaligrafi naskah, kaligrafi tulang, dan hiasan mushaf Alquran.
Media yang digunakan untuk kaligrafi tersebut menggunakan kanvas. Kaligrafi tersebut juga dijual bagi yang berminat memiliki. ”Harganya mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 jutaan," imbuhnya.Puas menikmati kaligrafi pengunjung bisa menikmati berbagai jajanan ringan khas Kudus untuk berbuka puasa.Pengamatan Murianews.com ada beberapa jajanan ringan yang dijual. Seperti sirop parijoto, madu mongso, kue bolu, keripik pakis, keripik Patijoto, cookies, keciput, manisan, dan lainnya.Produk-produk UMKM tersebut berlokasi di kawasan panggung ngepringan. Di area tersebut juga digunakan sebagai tempat menggelar berbagai perlombaan.Sehingga warga yang datang untuk mengikuti lomba juga dapat melihat langsung dan membeli produk-produk UMKM. Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News