Harga Telur Turun Jelang Lebaran, Peternak di Kudus Mengeluh
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 11 April 2023 14:38:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kondisi ini berbeda dari beberapa waktu lalu yang menyentuh angka Rp 28.500 per kilogram.
Murianews.com menyambangi Abdul Rohman, peternak ayam petelur yang tampak sibuk beraktivitas di kandang ayamnya yang berada di RT 01, RW 07 Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.
”Harga tersebut turun sekitar sepekan ini. Sebelumnya harga telur dari kandang bisa Rp 28.500 per kilogram," katanya, Selasa (11/4/2023).
Saat ini di kandangnya terdapat 1.800 ekor ayam petelur. Sejak sebulan lalu ada penambahan 600 ekor ayam petelur.
Turunnya harga telur berdampak bagi keuntungannya yang semakin menipis. Belum lagi saat ini harga pakan mengalami kenaikan.
”Harga pakan naik Rp 15 ribu. Harga sebelumnya Rp 255 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp 270 ribu per kilogram," sambungnya.
Baca: Harga Telur di Kudus Berangsur Turun, Diprediksi Bakal Naik Lagi
Meski keuntungan yang didapatnya menipis, dia masih bersyukur karena tidak sampai minus. Menurutnya, selagi harga telur masih di atas Rp 24 ribu per kilogram, dia masih mendapatkan keuntungan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



