Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Yang membedakan dengan lampion untuk tradisi Tionghoa adalah bentuk dan warnanya yang tak melulu merah dan kuning.
Warga ada yang membuat sendiri, namun yang tak may ribet lebih memilih membeli. Terlebih mendekati Lebaran, banyak penjual lampion di Kudus.
Salah satunya di timur Kali Gelis atau tepatnya di Jalan Sunan Kudus. Pengamatan Murianews.com, berbagai bentuk lampion digantung untuk dijual. Di situ terdapat berbagai bentuk lampion seperti masjid, mobil, kapal, dan karakter hello kitty.
Lampion tersebut terbuat dari kertas. Untuk dapat menyala, di dalam lampion diberi lampu.
Beragam warna lampion dijual. Sehingga konsumen dapat memilih sesuai keinginan. Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong.
Baca: Festival Lampion Baratan, Cara Warga Sidorekso Kudus Peringati Nisfu Syaban
Ahmad Sukir, pedagang lampion menjelaskan sudah berjualan sejak lima hari yang lalu. Dia berjualan mulai pukul 09.00 WIB sampai 20.00 WIB.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



