Cerita Pemudik Asal Kudus Pulang Kampung, Ongkos Mahal dan Macet
Vega Ma'arijil Ula
Rabu, 19 April 2023 14:21:17
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Slamet, warga Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah baru saja tiba di Kota Kretek pada Selasa (18/4/2023) malam. Dia berangkat dari Tangerang pada Selasa (18/4/2023) pagi.
Murianews.com berbincang dengan Slamet yang baru saja turun dari bus. Dia membawa kardus berisikan makanan ringan untuk keluarga di rumah.
Pria berusia 23 tahun itu merantau di Tangerang untuk bekerja. Setiap tahunnya dia selalu mudik ke Kota Kretek.
Banyak perjuangan yang harus dilaluinya. Mulai dari mendapatkan tiket dengan harga yang mahal. Yakni Rp 570 ribu untuk armada PO Muji Jaya. Ongkos itu dua kali lipat dari harga biasanya.
”Sebenarnya harganya mahal, tetapi yang penting bisa bertemu keluarga," katanya, Selasa (18/4/2023) malam.
Dia menjelaskan, selain harga tiket dirinya juga harus bersabar selama di perjalanan. Sebab, kemacetan membuat perjalanannya menjadi lebih lama tiba di Kota Kretek.
”Ada kemacetan di daerah Bintaro. Terus juga ada kemacetan juga di tol Pejagan area Subang. Daerah Cikarang dan Bekasi juga macet," sambungnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



