Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Setelah itu Honda pun membuat gebrakan cukup mengejutkan di pasar sepeda motor Indonesia. Yakni dengan memproduksi Honda GL Pro White Engine (WE) yang memiliki kapasitas mesin 145cc.

Tak puas dengan hadirnya GL Pro WE, Honda pun mendatangkan GL Pro Black Engine (BE) secara Completely Built Up (CBU) langsung dari Jepang dengan mesin berkapasitas sama 145cc. Namun kali ini bodi mesinnya berwarna hitam. Tentunya dengan akselerasi yang yang lebih bertenaga ketimbang GL Pro WE.

Itulah cerita singkat perjalanan produksi Honda GL Pro Platina hingga GL Pro BE yang berkapasitas 145cc di Indonesia. Motor ini pun kini mulai langka dan banyak yang memburu.

Salah satunya dimiliki oleh Stevanus Dody Yustian (27). Ia merupakan pegawai di salah satu bank milik negara, yang bertempat tinggal di Perumahan Griya Sejahtera, Desa Prambatan Lor, Kabupaten.

[caption id="attachment_186750" align="alignleft" width="1024"] Dody tengah membersihkan GL Pro BE miliknya yang sempat ditawar orang Rp 25 juta. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]

Motornya itu, merupakan GL Pro BE keluaran tahun 1993. Bahkan motornya itu, ternyata banyak yang mengincar dan menawarkan kocek puluhan juta rupiah.

Padahal saat awal beli, ia hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 5 juta untuk memboyong motor itu.

Ia mengatakan, yang terbaru ada orang yang menawar motor itu seharga Rp 25 juta. Harga itu sebenarnya hampir mendekati harga skutik bongsor seperti Yamaha NMAX atau Honda PCX yang di pasaran sekitar Rp 28 jutaan.

”Sebelumnya ada juga yang menawar Rp 18 juta, Rp 20 juta. Yang terakhir dua pekan kemarin Rp 25 juta tapi tidak saya lepas,” katanya saat ditemui MURIANEWS di rumahnya Sabtu (18/4/2020).
”Sebelumnya ada juga yang menawar Rp 18 juta, Rp 20 juta. Yang terakhir dua pekan kemarin Rp 25 juta tapi tidak saya lepas,” katanya saat ditemui MURIANEWS di rumahnya Sabtu (18/4/2020).Menurut Dody, awalnya ia membeli motor tersebut karena terpaksa. Awalnya ia mempunyai Honda CBR150. Namun motor itu ia jual karena ada kebutuhan mendesak.“Sisa uang hasil jual motor lama tinggal Rp 5 juta, akhirnya ada yang menawarkan GL tersebut ya saya bayar, biar bisa buat pergi kerja,” ucapnya.Setelah itu yang awalnya karena terpaksa, akhirnya pun mulai sayang dengan motornya. Sembari menabung, sedikit demi sedikit ia pun merestorasi motornya serta meng-upgrade mesin motornya.Ia pun menjelaskan sekilas spesifikasi motornya sekarang, Untuk mesinnya ia memakai full Honda Tiger, dengan ditambah double stater Alternating Current Generator (ACG) atau double stater tanpa suara yang biasanya dipakai di Vario 150.Sedangkan untuk bodi, ia perbarui semua catnya, velg, roda dan sparepart lainnya. Stiker pun ia pesankan khusus, ditambah dengan pernak-pernik chrome agar motornya kelihatan menyala.“Restorasi bodi plus upgrade totalnya kurang lebih Rp 14 jutaan. Itupun belum dengan harga beli motonya, Jadi semua ya Rp 20 jutaan,” tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler