Orderan Anjlok, Komunitas Kopi Muria Bangun Tempat Wisata Edukasi Kopi
Yuda Auliya Rahman
Minggu, 3 Mei 2020 14:48:16
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Biasanya Komunitas Kopi Muria mampu menjual sekitar satu kwintal bubuk kopi per hari. Untuk roast bean sekitar dua kwintal sedangkan untuk green bean bisa sekitar satu sampai dua ton.
"Itu jika di global dari penjualan beberapa anggota kami dan sebelum ada pandemi covid-19,” kata Pujiharto Ketua Komunitas Kopi Muria, Minggu (3/05/2020).
Setelah adanya pandemi corona di Kudus, penjualan kopi menurun drastis. Hanya tinggal beberapa persen saja. “Jika di presentase ya tinggal lima sampai sepuluh persen,” ucapnya.
Baca: Dari Larisnya Getuk Tengu, Gadis di Kudus Ini Tak Lagi Galau karena Nganggur
[caption id="attachment_187556" align="alignleft" width="2174"]
Ketua Komunitas Kopi Muria Pujiharto sedang melakukan proses roasting kopi. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]Ia mengaku produk kopi di komunitasnya dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Temanggung, Semarang, dan daerah yang lain.
"Pernah juga ke sejumlah negara seperti, Maroko, Singapura,dan Malaysia," jelasnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



