Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ada 95 paket sembako dibagikan dengan cara mendatangi satu persatu rumah keluarga terdampak.

"Itu semua merupakan inisiatif dari anak-anak OSIS yang ingin membantu temannya yang kurang mampu dan terdampak Covid-19," Kata Waka SMAN 1 Kudus Bidang Kesiswaan Triastuti Evawani.

Dana yang digunakan untuk bakti sosial itu menurut dia, merupakan iuran dari orang tua wali yang mampu dan pengurus OSIS.

"Dari hasil iuran tersebut mendapat Rp 10,7 juta yang kemudian dibelikan sembako," jelasnya.

Sementara menurut Kepala SMAN 1 Kudus Shodiqun menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas kepedulian dari anggota OSIS SMAN 1 tersebut.

"Karena yang bersekolah di sini bukan hanya dari keluarga yang mampu, tetapi ada juga warga yang kurang mampu dan terlebih lagi terdampak pandemi seperti ini," ucapnya.

Ia menyatakan, selama belajar di rumah pihak sekolah juga memfasilitasi siswa-siswi dengan pulsa Rp 50 ribu per bulan untuk membeli kuota internet guna menunjang belajar dari rumah."Karena sekolah diliburkan semua aktivitas sekarang melalui daring/online, jadi kami fasilitasi berupa pulsa, jika kurang bisa mengajukan kembali melalui wali kelas," ujarnyaSedangkan menurut Rubiyati salah satu wali murid warga kelurahan melati kidul mengatakan, sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan SMAN 1 Kudus. Karena ia mengaku pandemi Covid-19 ini sangat berdampak bagi keluargannya."Karena ada corona pekerjaan utama suami saya sebagai tukang parkir di seputaran Gor Kudus pun sepi, karena ada larangan berkerumun ya sekarang sepi, " terangnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler