Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal ini dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo, di Ruang Command Center Senin (11/5/2020). Pasalnya, saat ini banyak jenis bantuan yang dikucurkan pemerintah.

Di antaranya, bantuan sosial tunai (BST) dari Kemensos, kemudian ada bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari pemkab, pemprov dan Dana Desa, maupun Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).

Hartopo memerintahkan agar daftar penerima bantuan itu ditempel dib alai desa dan di tiap RT. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mengawasi penyaluran dana bantuan, agar tepat sasaran.

"Agar warga juga bisa ikut mengevaluasi jika ada yang tumpang tindih, ataupun yang salah sasaran. Warga bisa lapor ke desa," katanya.

Selain itu, ketua RT diminta juga proaktif untuk mendata warganya yang terdampak Covid-19. Karena menurut dia, RT merupakan pihak yang paling paham dengan kondisi warga.

"Karena RT lebih tahu posisi warga di sekitarnya, baik yang kaya atau yang miskin, yang berhak mendapat bantuan, yang posisi sekarang sangat terdampak sampai tidak bisa bekerja karena pandemi," ucapnya.
"Karena RT lebih tahu posisi warga di sekitarnya, baik yang kaya atau yang miskin, yang berhak mendapat bantuan, yang posisi sekarang sangat terdampak sampai tidak bisa bekerja karena pandemi," ucapnya.Ia meyebut, ada sejumlah bantuan yang mulai cair. Yakni BST dari Kemensos sudah cair 60 persen, bantuan dari pemda sembako dan uang Rp 100 ribu, sementara BLT dari Dana Desa belum cair."BST dari Kemensos baru 60 persen di tahap pertama ini. Sedangkan dari pemerintah daerah dari 48 ribu KK (kepala keluarga) baru 10 persen yang berjalan. Kalau untuk BLT dari Dana Desa memang belum cair," pungkasnya.  Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler