Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Suminah, salah satunya. Sudah beberapa tahun perempuan asal Semarang ini mencari peruntungan dari usaha musiman ini.

Di kala banyak pelapak lain yang memilih tak 'muncul' karena pandemi corona, ia tetap bertahan demi mencukupi kebutuhan keluarga.

"Beda dengan tahun kemarin yang sampai 20 orang pelapak, saat ini baru sekitar delapan orang. Entah nanti yang lain buka atau tidak saya kurang tahu, mungkin karena corona," katanya Rabu (13/5/2020).

Suminah mengaku mulai menggelar lapaknya tersebut sudah sejak Minggu (10/5/2020) lalu. Ia membuka lapaknya mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Di lapaknya tersebut terdapat berbagai macam uang baru yang siap ditukar. Mulai dari pecahan Rp 2.000 hingga Rp 20.000.Untuk per Rp 100 ribu ia mengambil uang jasa Rp 10 ribu.

"Namun ada juga yang menawar misal Rp 300 ribu ia membayar Rp 325 ribu. Ya saya kasih," jelasnya.

Disinggung mengenai uang palsu, ia berani menjamin uang miliknya asli semua. "InsyaAllah uang saya asli semua tidak ada yang palsu," terangnya.

Suminah memperkirakan pendapatannya dari jasa penukaran uang baru ini akan mengalami penurunan hasil. Dikarenakan dampak corona, banyak orang yang tidak bekerja, kena PHK, ataupun dirumahkan."Tapi saya tetap berikhtiar untuk menggelar lapak saya, apapun hasilnya nanti harus di syukuri," ucapnya.Meski tetap menggelar lapaknya, pihaknya pun tetap mengindahkan protokol kesehatan. Yakni menyediakan handsanitizer dan juga memakai masker sebagai bentuk kewaspadaan terhadap corona.Sementara itu, M Syaiful Rohni salah satu penukar uang mengatakan lebih memilih menukarkan uang di lapak tepi jalan karena tidak harus antre dan tak perlu menunggu."Kemarin sudah dari bank bisannya keluar H-7 Lebaran. Karena butuhnya buat besok kebetulan untuk santunan anak yatim ya saya ke penukaran uang yang di tepi jalan," tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler