Rabu, 22 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Festival ini biasanya digelar sepekan setelah Idul Fitri. Meski tahun ini tradisi itu tak digelar, namun warga tetap berduyun-duyun mendatangi lokasi Bulusan, Minggu (31/5/2020).

Dari pantauan MURIANEWS di lapangan tampak sejumlah warga mendatangi lokasi tersebut dari pagi. Beberapa pengunjung juga terlihat tak memakai masker.

Namun, sekitar tengah hari, para pengunjung tampak mulai meninggalkan lokasi.

Mustofa, salah satu pengunjung asal Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Jekulo, Kudus mengatakan masih mendatangi lokasi tersebut karena mengantar dua cucunya untuk melihat bulus (kura-kura) yang ada di sebelah makam.

"Saya memang biasanya ke sini melihat festival Bulusan. Karena ditiadakan dan cucu masih meminta untuk melihat bulus, ya saya antar," katanya.

[caption id="attachment_189039" align="aligncenter" width="880"] Bulus yang ada di kolam sebelah makam Mbah Dudo. (MURIANEWS/ Yuda Auliya Rahman)[/caption]

Menurutnya biasanya saat kupatan lokasi itu sangat ramai. Selain itu juga digelar sejumlah acara, seperti wayang, musik dan lainnya.

"Kalau tahun lalu malah jalan sudah ditutup saat kupatan, kalau masuk ya membayar. Ini mengantar cucu saya sebentar biar tidak rewel," ucapnya.

Hal sama juga diungkapkan Umam, warga Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus. Ia menyatakan sengaja datang ke Bulusan untuk mengantar anaknya melihat bulus."Biar anak senang tidak jenuh di rumah, mumpung bisa lihat langsung bulusnya makanya saya ke sini," ujarnya.Meski demikian, ia dan anaknya tetap memakai masker saat mengunjungi lokasi. Supaya terhindar dari virus corona."Saya ke sini memakai masker, ini juga bawa handsanitizer. Lokasinya juga tidak terlalu ramai jadi bisa agak leluasa," terangnya.Sementara menurut Salim, warga sekitar makam menuturkan, sudah sejak pagi banyak orang datang ke lokasi tersebut. Tapi, tidak banyak pedagang yang berjualan seperti tahun-tahun sebelumnya."Sekitar pukul 10 pagi tadi baru ada pedagang yang datang. Mungkin ada yang melihat lokasi tersebut ramai, jadi pada berjualan di situ," tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler