Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertaniaan dan Pangan Kudus Indriatmoko mengatakan, kegiatan pemantauan kesehatan hewan ternak ini memang sudah dilakukan secara rutin dan terjadwal setiap bulan. Meski demikian, jelang Idul Adha kegiatan ini semakin digencarkan.

"Mulai awal Juni, kami mulai perketat pemantauan kesehatan hewan ternak. Baik di peternak, pedagang atau pengepul musiman baik di pasar-pasar dan juga kelompok ternak," katanya, Rabu (25/6/2020).

Ia memastikan akan melakukan pemantauan kesehatan di sembilan kecamatan di Kudus secara bertahap.

Hal senada juga dikatakan Kasi Produksi dan Kesehatan Hewan Sidi Pramono. Ia menyatakan kegiatan rutin yakni pemantauam dan pengecekan hewan ternak, ditingkatkan lagi menjelang Hari Raya Idul Adha.

"Kami sudah ke pedagang pasar dan kelompok ternak yang ada di Desa Mijen, Jati, Ploso, Purwosari, Ploso, Purwosari, Banget, Jurang, Dawe, Ngembal Rejo dan Ngembal Kulon, Lambangan,” terangnya.

Ia mengakui memang belum seluruhnya dilakukan pengecekan. Karena memang ada juga beberapa hewan ternak yang belum datang dari luar daerah.
Ia mengakui memang belum seluruhnya dilakukan pengecekan. Karena memang ada juga beberapa hewan ternak yang belum datang dari luar daerah."Kan banyak juga pedagang dan pengepul hewan kurban yang mendatangkan hewan ternak untuk kurban dari luar daerah. Nantinya itu juga kami pantau kesehatannya," terangnya.Selain itu, sebelum Idul Adha pihaknya juga menghentikan pemberian obat cacing dan multivitamin untuk hewan ternak yang akan dijual untuk kurban."Biasanya kami berikan obat cacing tiga bulan sekali, tapi menjelang Idul Adha kami hentikan. Kami sarankan ke kelompok ternak untuk fokus ke perawatan. Karena biasanya jika masih dilanjutkan pemberian obat cacing dan multivitamin, nanti dagingnya agak menguning," tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler