Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Perajin pigura tersebut kini dilatih untuk mengembangkan usaha dengan membuat produk baru berbasis informasi dan teknologi (IT).

Kegiatan pendampingan usaha mikro kecil menengan (UMKM) ini, mendapat dukungan penduh dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Ketua Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMK  Muhammad Arifin mengatakan, selama ini perajin pigura hanya menjual dengan produk pigura yang dipadu dengan kaligrafi. Padahal masih ada banyak inovasi dan potensi lain yang masih bisa dikembangkan.

"Sebelum adanya pendampingan, kami sudah turun untuk melihat kondisi para perajin, inovasi seperti apa yang harus mereka kembangkan," katanya, Selasa (21/7/2020).

Salah satu produk inovasi yang diajarkan yakni seperti pigura waktu jam salat digital, pigura running text dan pigura suara murottal 30 juz. "Settinganya nanti bisa  melalui smartphone Android dan SD card atau komputer," ucapnya.

Ia menyatakan, selama ini belum ada yang membuat inovasi tersebut. Sehingga pihaknya melakukan pendampingan mulai dari awal sampai akhir.

"Bukan hanya membuat, namun juga melakukan pendampingan dengan mencarikan komponen-komponen elektronik atau bahan bakunya ke produsen. Kami carikan produsen komponennya, biar harganya lebih murah," terangnya.Ia mengaku pelatihan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama. Sehingga diberikan pelatihan komputer untuk mengisi suara, setting aplikasi Android untuk waktu salat, jam digital hingga running text menggunakan Andorid."Sementara ini kendala utamanya ada di proses setting. Harus butuh terus dilatih agar semua bisa menguasainya. Selain itu kami juga melatih pemasaran melalui online agar pelaku UMKM di Kudus bisa terus berkembang," ujarnya.Dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini, diharapkan pelaku UMKM bisa bersaing dan memacu pertumbuhaan penjualan produk dan pemasaran  pigura. Karena selama ini masih jarang yang membuat pigura yang diinovasikan dengan teknologi IT. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler