Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pasalnya, kebutuhan lahan untuk menjadi UIN adalah seluas 20 hektare. Sementara saat ini lahan yang dimiliki IAIN Kudus hanya 7,6 hektare saja.

Hal ini mencuat saat kunjungan Komisi VIII DPR RI ke Kampus IAIN Kudus, Selasa (21/7/2020). Rektor IAIN Kudus Dr Mundakir mengatakan, luasan lahan menjadi salah satu syarat agar IAIN bisa bertransformasi jadi UIN.

Menurutnya, IAIN Kudus sebenarnya sudah cukup siap untuk transformasi menjadi UIN. Namun terkendala kebutuhan lahan yang seluas 20 hektare masih belum ada.

"Kendala lahan yang terbatas membuat kami belum bisa membangun gedung kuliah untuk menambah kuota penerimaan mahasiswa baru," ujarnya.

[caption id="attachment_192234" align="aligncenter" width="880"] Kunjungan Komisi VIII DPR RI untuk meninjau perluasan kampus IAIN. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]

Ia menyebut, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tertuang terkait penambahan gedung kuliah dalam rangka pembukaan fakultas dan program studi baru. Selain itu juga pembangunan gedung laboratorium dan sport center.

"Ada beberapa poin kami dalam RPJM. Salah satunya pengembangan lahan untuk dapat bertransformasi menjadi UIN, sarana kemahasiswaan, program studi, serta pembanguanan bisnis center menuju badan layanan umum (BLU)," katanya.
"Ada beberapa poin kami dalam RPJM. Salah satunya pengembangan lahan untuk dapat bertransformasi menjadi UIN, sarana kemahasiswaan, program studi, serta pembanguanan bisnis center menuju badan layanan umum (BLU)," katanya.Menurutnya, potensi penerimaan mahasiswa di IAIN Kudus sangat besar dengan perbandingan rasio 1:7. Yakni dengan peminat 23 ribu orang pendaftar dan yang bisa diterima hanya 3,1 ribu orang per tahun.Sementara itu, ketua rombongan Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mengungkapkan, bawasannya IAIN Kudus sejatinya memiliki potensi yang besar, khususnya di kawasan pantura timur.Ia berharap agar IAIN Kudus bisa menyusul UIN Walisongo Semarang maupun kampus lain yang sudah berkembang. Oleh karenanya, pihaknya melakukan tinjauan ke IAIN terkait dengan bantuan apa yang dapat disumbangkan Komisi VIII DPR RI ke depannya."Intinya adalah bagaimana IAIN ini bisa menyusul seperti UIN Walisongo Semarang. Karena IAIN Kudus ini sangat potensial sekali, terutama untuk tujuh kabupaten di pantura ini bisa diperluas," tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler