Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo membenarkan penemuan mayat ini. Menurut dia, warga menemukan mayat tersebut sekitar pukul 09.00 WIB.

"Saat itu ada saat saksi  melihat tumpukan sampah yang ada di saluran irigasi. Setelah itu, mencoba membersihkannya dengan menggunakan dan melihat korban yang sudah mengapung tidak bernyawa lagi," katanya saat di konfirmasi MURIANEWS.

Ia menyatakan, dari hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Kudus dan Puskesmas Jati korban diperkirakan telah meninggal sekitar lima jam sebelum ditemukan.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui mempunyai riwayat penyakit ayan. Sehingga dugaan korban meninggal karena penyakit epilepsinya.
Selain itu, dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui mempunyai riwayat penyakit ayan. Sehingga dugaan korban meninggal karena penyakit epilepsinya."Diperkirakan penyakit epilepsi korban kambuh saat memancing kodok. Sehingga jatuh ke air dan tidak ada orang yang mengetahui dan menolong yang mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi," tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler