Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sistem tatap muka ini diterapkan saat praktikum, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Langkah ini diambil setelah adanya keputusan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, yang sudah memperbolehkan yang memperbolehkan, pembelajaran praktikum tatap muka bagi SMK dan perguruan tinggi di semua zona.

"Hal itu juga sudah seizin dari pengawas SMK. Kami mencoba melakukan tatap muka bagi pembelajaran praktik secara bertahap, dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” kata Waka Kesiswaan dan Ketarunaan SMK Wisudha Karya Kudus Drs Sudarmanto, Rabu (12/8/2020).

Meski praktikum sudah dilakukan dengan sistem tatap muka, namun menurutnya untuk pembelajaran teori tetap dilakukan secara daring.

Untuk protokol kesehatanya, ia mengaku setiap siswa wajib bermasker, face shield, penggunaan sarung tangan hingga pengecekan suhu tubuh. Selain itu, sarana tempat cuci tangan dan hand sanitizer juga sudah dipersiapkan.

Meski demikian, hanya empat jurusan yang sudah mulai pembelajaran praktik tatap muka. Yakni Teknik Pemesinan, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Mekratonika, dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik untuk kelas X hingga kelas XII.

"Untuk jurusan lain, kami melihat kondisi terlebih dahulu. Sebelumnya di akhir Juli kami lakukan simulasi terlebih dahulu, dengan menghadirkan 12 siswa dan kami menghadirkan siswa juga sudah seizin dari orang tua hitam di atas putih. Siswa yang masuk dari dalam kota, yang dari luar kota serta luar pulau belum hadir," jelasnya.

Untuk teknisnya, Lanjut Sudarmanto, pembelajaran praktik dilakukan di lingkup kecil.  Satu  guru praktik mengajar dua sampai empat siswa.
Untuk teknisnya, Lanjut Sudarmanto, pembelajaran praktik dilakukan di lingkup kecil.  Satu  guru praktik mengajar dua sampai empat siswa.Setiap harinya ada 70 sampai seratus siswa dari empat jurusan yang hadir serta, dibuat bertahap dengan pembelajaran praktik selama tiga jam. "Satu siswa jadi ada yang kebagian dua pekan sekali dan dilakukan secara bergilir," ucapnya.Sementara Ketua Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan Bagus Pujo Cahyono mengatakan, untuk jurusan pemesinan, pihaknya membagi menjadi sepuluh tempat. Yakni di tiga laboratorium gambar, dua laboratorium CNC, dan lima bengkel permesinan."Hari ini hari ketiga , karena jumlah siswa mesin cukup banyak, jadi sekitar 50 siswa yang tiap harinya masuk yang terbagi di dalam sepuluh ruangan. Mereka juga wajib mengikuti protokol kesehatan," ujarnya.Salah seorang siswa teknik pemesinan kelas XI Afa Maula Dika menyatakan, lebih senang belajar tatap muka karena bisa praktik dan mempelajari secara langsung."Harapan saya sekolah bisa kembali normal tatap muka lagi dan pandemi virus corona agar cepat hilang," tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler