Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Mulai dari meningkatkan kesuburan kandungan pada perempuan, hingga membuat fisik sang bayi jadi rupawan dan cantik. Buah ini biasa menjadi buruan para peziarah Sunan Muria.

Di area menuju Makam Sunan Muria yang berada di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus terdapat banyak pedagang yang menjajakan buah parijoto di tepi jalan.

Salah satunya yakni Sukana (50) yang mengaku sudah puluhan tahun berjualan buah parijoto di dekat anak tangga menuju makam Sunan Muria. Bahkan menurutnya ada pembeli dari Surabaya yang sengaja datang ke Muria hanya untuk membeli buah ini.

"Katanya waktu dulu beli sudah menikah 10 tahun belum dikaruniai anak, terus ikhtiar ke sini beli buah parijoto. Selain itu banyak juga yang lain dari luar kota, setelah ziarah ke Sunan Muria biasanya beli untuk dibawa pulang," katanya, Rabu (2/9/2020).

Menurutnya buah parijoto biasanya juga banyak dibuat rujak dengan dicampur dengan buah delima dan jeruk yang digunakan untuk pelengkap nasi syukuran saat usia kandungan tujuh bulan.

"Pas mitoni (syukuran usia kandungan tujuh bulan) itu rujaknya ya ada buah parijotonya. Kalau untuk dikonsumsi sendiri ada yang dibuat rujak ada juga yang di makan langsung, tapi sekarang parojoto ada sirupnya jadi yang tidak suka bisa beli sirup parijoto," ujarnya.
"Pas mitoni (syukuran usia kandungan tujuh bulan) itu rujaknya ya ada buah parijotonya. Kalau untuk dikonsumsi sendiri ada yang dibuat rujak ada juga yang di makan langsung, tapi sekarang parojoto ada sirupnya jadi yang tidak suka bisa beli sirup parijoto," ujarnya.Senada juga dikatakan Masanah (80) yang sudah puluhan tahun menjajakkan buah parijoto di tepi jalan arah menuju Makam Sunan Muria. Bahkan pembelinya bukan hanya warga Kudus saja, ada dari Semarang, Jawa Timur hingga Jakarta."Buah parijoto itu dipercaya bisa buat bayi yang lahir kalau laki-laki ganteng, kalau perempuan cantik, selain itu juga bisa menyuburkan kandungan. Kalau pas lagi musim seperti ini satu dompol ( satu tangkai) saya jual harga Rp 10 ribu tapi pas gak musim jualnya ya Rp 25 ribu," tandasnya.Selain baik untuk ibu hamil, buah parijoto ini juga diyakini baik untuk penderita kolesterol, menurunkan risiko penyakit jantung, obat diare, dan sariawan. Reporter : Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler