Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Selain itu, banyak juga pedagang yang menjajakkan aneka kuliner makanan dan minuman. Seperti sate kerbau, soto ayam, es campur, es jus hingga es dawet.

Salah satu minuman yang sangat digemari yakni Dawet Moro Seneng yang berada di gang sebelah timur Pasar Kliwon. Selain di tempat ini, ada juga satu cabang lain di dalam Pasar Kliwon.

Dawet ini sudah begitu terkenalnya. Terlebih sudah semenjak puluhan tahun  silam, es Dawet Moro Seneng menjadi pilihan untuk melepas dahaga para pengunjung Pasar Kliwon.

Sugiono, pemilik Es Dawet Moro Seneng bercerita, usahanya tersebut kali pertama oleh almarhum ayahnya yang bernama Sumitro pada tahun 1969.

[caption id="attachment_194746" align="aligncenter" width="880"] Sugik menyajikan Dawet Moro Seneng yang sudah jadi langganan pengunjung Pasar Kliwon Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]

Dulu, Pak Sumitro menjajakannya dengan cara berkeliling Kota Kretek. Saat berkeliling menjajakan dawet, sesekali Pak Sumitro  berhenti di area Simpang Tujuh Kudus dan Pasar Kliwon Kudus.

“Ini usaha turun temurun, semenjak bapak meninggal saya dan adik saya yang meneruskan. Kalau adik saya jualannya di dalam pasar, tapi produksinya jadi satu,” kata Sugiono, Kamis (3/9/2020).

Ia mengaku setelah ayahnya meninggal, di tahun 1996 ia mulai berjualan dan menetap di kios gang sebelah timur Pasar Kliwon. Setiap harinya ia bisa menjual 700 hingga 900 porsi, namun saat akhir pekan, bisa dua kali lipat dari hari biasa.

"Ramai sepinya pengunjung biasanya tergantung cuaca, kalau musim kemarau seperti ini ya ramai. Pas akhir pekan stoknya juga saya tambah jadi lebih banyak, soalnya biasanya pembeli lebih banyak," ujarnya.Pembelinya pun tak hanya warga lokal Kudus saja. Dari Semarang, Pati, Demak, Salatiga, hingga Surabaya pun pernah berkunjung untuk menikmati segarnya es dawet Moro Seneng.Selain menjual di lokasi tersebut, ia juga menerima pesanan seperti untuk acara resepsi pernikahan, khitan hingga acara kantor.“Awal pandemi kemarin penjualan menurun 40 persen. Tapi alhamdulillah ini sudah kembali normal. Saya buka mulai pukul 09.00 WIB sampai 16.00 WIB, kalau sudah habis ya tutup, paling cepat jam 14.00 WIB sudah habis,” jelas pria yang kerap disapa Sugik itu.Sementara salah seorang pembeli asal Pati Imam mengaku baru pertama kali mencoba Es Dawet Moro Seneng. Meski baru pertama mencoba, ia langsung ketagihan hingga kembali memesan porsi kedua.“Saya habis dua gelas yang pertama pakai gula merah yang kedua pakai sirup. Rasanya enak habis dua gelas sampai kenyang. Saya juga bungkus 24 porsi buat teman-teman di kantor,” tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler