Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kandang ayam miliknya, Selasa (29/9/2020) hari ini memang diprotes warga lantaran menimbulkan bau busuk dan mencemari lingkungan.

"Saya dipanggil ke balai desa setahu saya untuk mengasih solusi. Tidak tahunya saya divonis harus menutup kandang. Ini saya menuntut hak saya, saya mau menutupnya namun harus ada ganti rugi," katanya seusai melakukan audiensi dengan warga.

Menurutnya, modal yang dipergunakan untuk membuat usaha itu sebesar Rp 500 juta. Dengan luas lahan 500 meter persegi dan 1.000 ekor ayam.

"Sebelumnya aman-aman saja. Padahal saya sudah mendirikan sekitar satu tahun. Saya minta ganti rugi dari pembelian tanah dan pembuatan kandang ayam itu, kalau sepihak ya tidak bisa,  bisa juga dikasih waktu untuk mengurus izin," ucap warga yang berdomisili di Desa Kaliputu tersebut.

Baca: Diduga Cemari Lingkungan, Warga Panjang Kudus Tolak Kandang Ayam di Desanya

Ia mengakui, pihaknya hanya mempunyai  surat persetujuan tetangga, yang ditanda tangani oleh warga sekitar. Menurutnya lokasi tersebut juga masih jauh dari permukiman warga.Ia pun siap dibawa ke ranah hukum jika dipaksa menutup, tapi tidak ada ganti rugi."Kalau saya orang bertani yang cuman ada 1.000 ayam. Kalau tidak bisa ada solusi terbaik, silahkan dilanjutkan ke hukum. Apa nantinya menang atau kalah saya menghormati keputusan hukum," tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News