Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Konsistensi, merupakan salah satu kunci sukses berwirausaha dalam bidang apapun. Seperti yang dirasakan Mohammad Solikul Hadi, warga Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kudus.

Pemilik Omah Cupang Syaiful itu, sukses membudidayakan dan juga berbisnis ikan cupang. Diceritakannya, bisnis ikan cupang tersebut berawal dari hobinya sejak kecil memelihara ikan cupang.

"Sejak kelas lima SD saya sudah berhasil membudidayakan. Namun untuk fokus menjadikan bisnis baru berjalan sekitar 10 tahun,” katanya, Jumat (2/10/2020).

Sebelum menekuni bisnis ini, ia mengakui sempat mencoba-coba berbagai usaha. Mulai dari jualan tanaman hias, hingga jadi koki di rumah makan.

Dari konsistensinya untuk membudidayakan ikan cupang, menuai hasil yang cukup manis.

Pria yang pernah menjabat sebagai kepala desa tersebut mengakui, untuk mendapatkan omzet Rp 1 juta dalam sehari bukanlah hal sulit di masa pandemi ini.

[caption id="attachment_196625" align="aligncenter" width="880"] Owner Omah Cupang Syaiful, memberikan makan ikan cupang. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]

Menurutnya, di masa pandemi ini justru peminat cupang melonjak tajam dibanding sebelumnya.

"Kalau sebelumnya sehari Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Pandemi ini membuat orang jenuh di rumah, beralih ke kegiatan yang postif. Jadi banyak yang datang membeli ikan cupang," jelasnya.Ia sendiri membudiaya ikan cupang dengan berbagai jenis, mulai dari plakat, halfmoon, serit, hingga double tail. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 1 juta rupiah. Di harga Rp 1 juta, ia mempunyai ikan cupang jenis double tail multicolour."Saya budidaya ikan dari mulai yang murah hingga menengah ke atas. Sehingga pembeli memungkinkan pulang dengan membawa ikan tidak tangan kosong karena pilihannya banyak. Kalau double tail multicolour itu di luar sana bisa lebih mahal lagi, selain warnanya yang bagus jenis itu juga terrmasuk langka," ucapnya.Selain menjual ikan cupang di rumah, ia juga menjualnya melalui online dan memiliki beberapa reseler yang mampu memasarkan ikan cupang hasil budidayanya hingga mancanegara."Ada yang menjual hingga Kanada, Amerika, Jepang, dan Korea. Alhamdulillah ini merupakan berkah di masa pandemi seperti ini. Ini di rumah semua penuh dengan ikan, kecuali kamar mandi dan kamar tidur," jelasnya.Ia juga berpesan kepada pembudidaya ikan cupang yang baru agar tetap semangat belajar membudidayakan ikan akan menuai hasil yang maksimal. Reporter : Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler