Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Yusron mengatakan, ketiga buku tersebut didapatkan tahun lalu dari pihak yang bukan ahli waris Nitisemito. Sehingga menurutnya, harus dikaji dahulu keasliannya. Pengkajiannya sendiri dilakukan dengan dibantu ahli dari Museum Ranggawarsita Semarang.

"Kami mendapatkan buku itu, bukan dari ahli warisnya. Yang catatan akuntasi kiriman dari Belanda tahun lalu. Yang dua buku lainnya didapatkan dari peralihan PPRK ke Museum Kretek," katanya, Kamis (8/10/2020).

Ia menyatakan, ketiga buku tersebut telah dikirimkan kepada ahlinya di Museum Ranggawarsita akhir september lalu. Pihaknya juga belum bisa memastikan kapan pengkajian tersebut akan selesai.

Jika nantinya buku itu dinyatakan asli, pihaknya akan menghubungi ahli waris keluarga Nitisemito, untuk meminta izin agar ketiga buku tersebut menjadi koleksi baru di Museum Kretek.

"Kami juga akan seminarkan dulu. Saat ini jumlah koleksi peninggalan Nitisemito di Museum Kretek ada sekitar 20 buah, terdiri dari blankon, mesin ketik, foto-foto, jam saku, jam dinding dan masih banyak lagi," jelasnya.
"Kami juga akan seminarkan dulu. Saat ini jumlah koleksi peninggalan Nitisemito di Museum Kretek ada sekitar 20 buah, terdiri dari blankon, mesin ketik, foto-foto, jam saku, jam dinding dan masih banyak lagi," jelasnya.Baca: Menengok Sejarah Kretek di Kudus, Bermula dari Obat Sesak Napas Haji DjamhariSembari menunggu proses ketiga buku milik Nitisemito, lanjut Yusron, ruang display Nitisemito yang berada di sebelah kiri pintu masuk Museum Kretek juga telah ditata ulang, kotak display untuk ketiga buku tersebut juga telah disiapkan. "Tempat display sudah kami persiapkan slot kosong," tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler