Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus -  Patung Nitisemito yang menjadi penyambut saat pengunjung masuk ke ruang Nitisemito di Museum Kretek Kudus, dinilai tidak mirip dengan aslinya.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang ahli waris saat mengikuti kajian akhir tiga buku Nitisemito di Museum Kretek, Sabtu (17/10/2020).

"Mbah Niti wajahnya itu wajah Jawa asli, hidungnya tidak terlalu mancung, dan pola mukanya juga cenderung bulat. Makanya saya kaget, kalau itu (patung Nitisemito) kan wajah-wajah Arab. Hidungnya mancung, dagunya juga panjang. Malah yang agak mirip itu di Museum Jenang," kata salah seorang cucu Nitisemito Yudhi Ernawan.

Menurutnya, ia sendiri tidak pernah melihat langsung Nitisemito. Tapi jika berdasarkan foto-foto sang raja kretek Nitisemito yang ada di rumah atau di lingkungan keluarganya, patung tersebut tidak mirip dengan Nitisemito.

"Saya sendiri tidak menangi (tidak pernah tahu langsung) Mbah Niti meninggal tahun 1953, saya lahir 1959. Jadi tidak tahu wajahnya persis," ujarnya.

Baca: Dipastikan Asli, Tiga Buku Peninggalan Nitisemito Diserahkan ke Museum Kretek
Baca: Dipastikan Asli, Tiga Buku Peninggalan Nitisemito Diserahkan ke Museum KretekMeski demikian, ia tetap mengapresiasi langkah Museum Kretek yang sudah membuat patung Nitisemito.Pihaknya pun tidak serta menyuruh agar patung tersebut bisa diubah menjadi yang lebih mirip. Mengingat pembuatan patung tidaklah hal yang mudah dan memerlukan biaya yang cukup banyak."Sementara biar seperti itu, buat patung tidak murah dan tidak mudah. Biarlah pengunjung nantinya berimajinasi sendiri dari patung itu adalah Nitisemito. Saya tetap terima kasih upaya yang dilakukan Museum Kretek," tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler