Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sekolah ini akan melakukan simulasi sekolah tatap muka, dan menjadi percontohan jika nanti sekolah kembali dibuka secara resmi.

Sunoto, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah mengatakan di wilayah III yakni, di Kabupaten Kudus, Pati dan Rembang diberi kesempatan mempersiapkan simulasi pembelajaran tatap muka di dua sekolahan.

"Kami diberi ruang dua sekolahan itu SMA dan SMK.  Yang satu ada di SMA Sumber Rembang dan yang satunya lagi ada di Kabupaten Kudus yakni SMKN 1 Kudus," katanya, saat dihubungi, Kamis (22/10/2020).

Simulasi pembelajaran tatap muka itu, rencananya akan dilakukan pada awal November dan hanya melibatkan beberapa rombongan belajar (rombel).

"Rencananya mulai 2 November 2020 dan akan berlangsung selama dua pekan. Setelah itu akan dilakukan evaluasi," ujarnya.

Baca: Uji Coba Belajar Tatap Muka SMA di Jateng Dinilai Sukses, Jumlah Sekolah Akan Ditambah

SMKN 1 Kudus, lanjut Sunoto, dinilai sudah memenuhi standarisasi simulasi pembelajaran tatap muka. Mulai dari sarana prasarana protokol kesehatan, satgas di sekolah, tempat cuci tangan dengan sabun, handsanitizer, thermogun, hingga skema pembelajaran ditengah pandemi Covid-19."Sebelumnya juga sudah presentasi di hadapan Pak Gubernur.Dengan harapan, nantinya bisa menjadi pilot project dalam pelaksanaan tatap muka jika kondisi sudah mulai mendukung," tandasnya.Terpisah, Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menandatangani terkait permohonan simulasi tatap muka tersebut. Pihaknya saat ini masih terus mengkaji sambil melihat perkembangan yang ada di Kudus."Ini masih kami kaji, lihat kondisi perkembangan Covid-19 di Kudus dulu. Jika nanti diperbolehkan pastinya juga dengan pembatasan dan protokol kesehatan yang ketat," tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler