Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ada tiga buku peninggalan Nitisemito yang baru dipastikan keasliannya, dan hari ini diseminarkan. Tiga buku itu yakni Buku Jurnal Keuangan Nitisemito, buku laporan pemasukan dari abon, dan buku laporan langganan.

Seminar tersebut menghadirkan narasumber dan tamu undangan mulai dari dinas, keluarga Nitisemito, ahli akutansi, Museum Ranggawarsita, Museum Kretek, hingga pemerhati sejarah, sosial, dan budaya.

Dalam salah satu bukunya, tercatat jika nilai aset Nitisemito mencapai Rp 5 miliar. Itu merupakan nilai aset zaman dulu saat Raja Kretek masih berjaya.

[caption id="attachment_198732" align="aligncenter" width="880"] Seminar buku peninggalan Nitisemito (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]

Kasi Akuntansi BPPKAD Kudus Adha Elizabeth mengatakan jika ketiga buku peninggalan Nitisemito berisi terkait neraca keuangan, jurnal pembelian bahan baku, jurnal pembelian bahan produksi, jurnal penjualan secara piutang ataupun cash hingga beban belanja keperluan produksi hingga non produksi.

"Di situ juga ada biaya iklan yang tertulis 173, 60 gulden. Jika dirupiahkan sekarang satu gulden sekitar Rp 8 ribu lebih sedikit. Nilai aset yang tertulis di buku tersebut sekitar Rp 5 miliar (nominal zaman dahulu). Manajemen pencatatan akutansi saat itu sudah maju kalau dilihat dari buku itu. Namun, lebih detail dan rinci dari perhitungan neraca keuangan zaman sekarang," katanya saat menjadi narasumber.

Sementara, Kurator Museum Ranggawarsita Semarang Laela Nurhayati Dewi mengatakan, ketiga buku tersebut bisa disorot dari berbagai sisi. Mulai dari sejarah, budaya hingga akutansinya. Tahap awal ini pihaknya membedah tentang teknis akutansi pada zaman Nitisemito.
Sementara, Kurator Museum Ranggawarsita Semarang Laela Nurhayati Dewi mengatakan, ketiga buku tersebut bisa disorot dari berbagai sisi. Mulai dari sejarah, budaya hingga akutansinya. Tahap awal ini pihaknya membedah tentang teknis akutansi pada zaman Nitisemito."Penyeminaran tadi baru sepotong. Dan akan terus kami telusuri, seperti koran - koran yang dulu digunakan untuk publikasi. Ada koran Sumatra tahun 1939. Nanti kami cari di Monumen Pers Solo," jelasnya.Baca: Penemu Buku Akuntansi Raja Kretek di Pasar Loak Belanda Kirim Surat, Begini IsinyaKabid Kebudayaan Disbudpar Kudus Lilik Ngesti mengatakan, seminar soal menguak semua tentang Nitisemito tidak hanya berhenti sampai di sini. Pihaknya, akan mengupas sejarah, akutansi, hingga peran Nitisemito dalam kemerdekaan secara bertahap."Ini baru akutansi, masih ada sejarah, budaya, peran kemerdekaan, hingga resep meracik rokok tjab bal tiga. Kontribusi beliau (NItisemito) terhadap Kudus juga akan kami ungkap nanti," tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler