Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bunga ini bahkan ditanam oleh warga di pekarangan rumahnya. Dari pantauan MURIANEWS di lapangan, bunga tersebut berwarna cokelat gelap kemerahan.

Dengan diameter sebesar 30 centimeter dan memiliki tinggi sekitar 40 sentimeter dan sudah mulai layu. Sejumlah warga pun berdatangan karena penasaran dengan bunga tersebut.

Masyarakat sekitar, menyebut bunga tersebut dengan sebutan bunga suweg. Tanaman ini mempunyai nama latin Amorphophallus Paeoniifolius dan masih kerabat dekat bunga bangkai.

Bunga tersebut kini ditanam di pekarangan depan rumah milik Nafiah (55). Ia sendiri, sebelumnya mendapatkan bunga tersebut dari pekarangan rumah tetangganya.

"Saya tahu bunga itu tumbuh di tempatnya Pak Sudar, tukul dewee dilongok-longokno terus kula suwun (tumbuh sendiri dan dibiarkan, terus saya minta). Pas itu kuncup dan belum mekar," katanya, Selasa (10/11/2020).

[caption id="attachment_200140" align="aligncenter" width="880"] Bunga suweg yang mengeluarkan bau busuk membuat warga penasaran. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]

Ia menyebut, Suweg itu awalnya diminta, biar bisa dimasak oleh saudaranya. Namun niat tersebut diurungkan karena saudaranya itu tidak mau.

Sehingga akhirnya suweg itu ditanam di depan rumah. Setelah dua hari ditanam, pada Minggu (8/11/2020) bunga itu mulai mekar dan mengeluarkan bau yang sangat tak sedap khas bunga bangkai."Ancen pas lagi mekar iku ambune badeg (pas baru mekar itu baunya sangat busuk sekali). Karena baunya tidak enak terus keponakan saya tanya, sing nandur sapa? (Yang nanam siapa?). Terus bilang saya yang nanam, ibunya saya tawarin untuk dimasak tidak mau," ungkapnya.Baca: Bunga Bangkai Bermunculan di Jepara, dari Pekarangan Rumah Hingga Pesisir PantaiSementara salah seorang warga yang penasaran dan melihat kelokasi, Eka (50) mengaku penasaran karena menurutnya, baru pertama kali tanaman itu tumbuh di lingkungannya dan baunya yang busuk juga membuat penasaran warga."Awalnya di kira bangkai hewan, karena baunya itu busuk mirip bangkai. Setelah di cari ternyata mallah ditanam orang - orang bilang si bunga bangkai ada juga yang bilang bunga suweg. Dua hari yang lalu itu masih mekar bagus, tapi baunya sangat busuk. Ini sudah mulai layu," tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler