Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam pelaksanaanya, wisadawan protokol wajib memakai masker, face shield, sarung tangan, handsanitiser dan dengan jarak yang aman.

Rektor IAIN Kudus Dr Mudzakir mengatakan, wisuda kali ini diikuti oleh 751 wisudawan dari sarjana dan pascasarjana.

Pihaknya lebih memilih menggelar wisuda offline, lantaran karena mahasiswa lebih antusias. Meski dalam pelaksananya tanpa pendampingan orang tua ataupun undangan.

"Waktu belum diumumkan secara offline, kuota seribu wisudawan tapi yang mendaftar baru ada 200.  Setelah itu kami merapatkan dan memutuskan untuk wisuda digelar offline dengan cara yang baru di era new normal," katanya.

Ia berpesan jika wisuda bukanlah akhir segalanya. Tantangan yang berat akan dihadapi di kehidupan yang sebenarnya.

Oleh karena itu, para wisudawan diharapkan bisa lebih mengembangkan lagi ilmu yang sudah didapatkan dan juga kemampuan komunikasi kepada masyarakat harus terus diasah.

"Kunci sukses yang utama selain berkembang dan memperbanyak wawasan yakni berbaktilah kepada orang tua. Jangan pernah menyakiti hati kedua orang tua kalau ingin sukses," tegasnya.
"Kunci sukses yang utama selain berkembang dan memperbanyak wawasan yakni berbaktilah kepada orang tua. Jangan pernah menyakiti hati kedua orang tua kalau ingin sukses," tegasnya.Wakil Rektor I Dr H Supaat  menambahkan, saat pelaksanaan baik panitia ataupun wisudawan wajib memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan. Mulai masuk area kampus hingga proses wisuda berlangsung."Wisuda kali ini setiap sesinya ada 150 wisudawan selama tiga hari dengan pemberlakuan model dua sif atau sesi setiap harinya. Disesi pertama 06.30 - 07.30 WIB  wisudawan datang dan kendaraan pengantar hanya boleh mengantar saja setelah itu menunggu jam jemput.  Kemudian dijemput pada 10.00 WIB hingga 11.30 WIB," ujarnya.Sementara sesi kedua wisudawan datang pada 11.30 -12.30 WIB dan dijemput 15.00-16.00 WIB. Desain ruangan juga sudah dipersiapkan memenuhi standar protokol kesehatan dengan jarak antarwisudawan selebar satu meter."Di hari terakhir Kamis (19/11/2020) hanya ada satu sesi saja. Dengan jumlah 151 wisudawan. Ini langkah kami untuk tetap menggelar wisuda dengan protokol kesehatan yang ketat serta  kebiasaan yang baru dan mencegah kerumunan di era pandemi," tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler