Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dan itu seperti yang dialami seorang pemuda bernama Alifian (23). Warga Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus ini diberhentikan dari perusahaan di Jepara April 2020 lalu.

Tapi hal tersebut tak membuatnya patah semangat. Setelah kena PHK, berbagai pekerjaan serabutan pun dilakoninya.

Kini, ia pun merintis usaha dengan berjualan buah semangka di tepi jalan Kudus -Jepara tepatnya di sebelah barat kampus dua UMKU.

Sudah dua bulan usaha ini ia lakoni, dan hasil yang didapat cukup lumayan.

“Awalnya itu, memang karena ingin usaha sendiri tapi bingung mau jualan apa. Terus kepikiran waktu itu kan baru viral jargon ‘tarik sis semongko’ ada itu baru kepikiran untuk jualan semangka,” katanya, Kamis (19/11/2020).

Semangka yang dijualnya ada dua jenis. Yakni semangka tanpa biji dan semangka inul kuning. Semangka tersebut, didapatkannya dari wilayah Kalimantan hingga Banyuwangi.

“Harganya itu beda-beda yang semangka merah tanpa biji yang saya jual Rp 4 ribu per kilogram. Kalau yang semangka inul kuning itu harganya Rp 3 ribu per kilogram,” ungkapnya.
“Harganya itu beda-beda yang semangka merah tanpa biji yang saya jual Rp 4 ribu per kilogram. Kalau yang semangka inul kuning itu harganya Rp 3 ribu per kilogram,” ungkapnya.Tak hanya membuka lapak, ia pun juga menjual semangka daganganya tersebut melalui media sosial dan memberu gratis ongkir dengan radius maksimal delapan kilometer. Dalam sehari ia mampu menjual rata-rata satu kuintal semangka.“Saya posting di Facebook kadang ada yang order lewat WA, malam harinya saya anter. Kadang sehari ya bisa jual satu kuintal kadang lebih kadang juga kurang. Namanya orang dagang kan kadang sepi kadang ramai, yang terpenting barokah. Bisa cukup buat sehari-hari dan membantu orang tua” ujarnya.Ia pun berpesan kepada para generasi muda yang dirumahkan atau ter –PHK agar tidak putus asa dan tetap semangat untuk mengais pundi pundi-pundi rupiah dengan halal.  Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler