Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Desa Janggalan Noor Azis mengatakan, kampung heritage akan dibangun dengan konsep jalan bebatuan alam, kanan kiri tembok dengan menggunakan batu bata.

"Jadi nanti konsepnya itu di Gang Pondok dan Gang Manis yang berada kurang lebih 500 meter sebelah selatan serta sebelah barat Menara Kudus. Di lokasi tersebut masih banyak bangunan bertembok tinggi dan berkarakter bangunan kuno," katanya.

Pihaknya juga akan mengintegrasikan kampung heritage menuju wisata religi ke makam sesepuh desa yakni Mbah Jenggolo, dan ke sebuah rumah yang akan dijadikan galeri batik khas Janggalan.

"Kebetulan warga kami mas Fadloli itu ahli batik yang beberapa waktu lalu mengajari warga Desa Janggalan. Nanti ada rumah yang direncanakan untuk menjadi galeri batik khas Desa Janggalan," terangnya.

Ia menjelaskan hal tersebut dilakukan, untuk meningkatkan perekonomian warganya. Terlebih saat ini sudah ada potensi internal di desa tersebut terdapat lima pondok pesantren yang cukup besar dengan jumlah santri yang cukup banyak.

"Artinya itu juga nilai tambah bagi kami, jika banyak pengunjung yang datang ke kampung heritage otomatis perekonomian warga saya akan naik, entah nantinya ada orang berjualan makanan, minuman seperti kafe atau yang lain. Tujuan utamanya itu agar perekonomiaan warga meningkat," jelasnya.
"Artinya itu juga nilai tambah bagi kami, jika banyak pengunjung yang datang ke kampung heritage otomatis perekonomian warga saya akan naik, entah nantinya ada orang berjualan makanan, minuman seperti kafe atau yang lain. Tujuan utamanya itu agar perekonomiaan warga meningkat," jelasnya.Kasi Seni Tradisi dan Bahasa (Sentradasa) pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Agus Susanto menyatakan lima desa yang ada di sekitar Menara Kudus didorong untuk bisa menjadikan desanya menjadi kampung heritage Kudus Kulon."Desa Janggalan, Langgardalem, Kauman, Demangan, dan Desa Damaran. Kepala desa di desa tersebut sudah berkumpul menyambut baik usulan itu, namun memang yang menjadi kendala kurangnya pembimbing, dan jika dituangkan di APBdes itu disetujui apa tidak," jelasnya.Menurutnya desa-desa tersebut sangat berpotensi untuk meningkatkan perekonomian warganya melalui kampung heritage itu. Terlebih lokasi-lokasi desa tersebut, tah jauh dari Menara Kudus yang banyak wisatawan. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler