Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal tersebut dilakukan, untuk mencegah adanya klaster baru di destinasi wisata saat libur akhir tahun.

Kabid Pariwisata pada Disbudpar Kudus Mutrikah mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah mengundang pengelola dan stakeholder dari masing-masing perwakilan organisasi pariwisata di Kudus. Tujuannya untuk menekankan tentang persiapan pendisiplinan protokol kesehatan saat akhir tahun.

“Baik destinasi swasta yang dikelola pemerintah, swasta, penginapan, hingga rumah makan harus berhati-hati dan disiplin menerapkan CHSE (clean, health, safety dan environment) dan protokol 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak,” katanya , Selasa (1/12/2020).

Di akhir tahun nanti, pihaknya belum mempunyai rencana  untuk menutup destinasi wisata di Kudus, meskipun angka kasus Covid-19 di Kudus masih tinggi.

“Jika terjadi banyak pelanggaran tidak menerapkan protokol kesehatan dan dari pertimbangan  Satgas Covid-19 yang mengharuskan untuk menutup destinasi wisata, ya kami tutup. Akan kami monitoring lagi nanti saat mendekati liburan,” ujarnya.
“Jika terjadi banyak pelanggaran tidak menerapkan protokol kesehatan dan dari pertimbangan  Satgas Covid-19 yang mengharuskan untuk menutup destinasi wisata, ya kami tutup. Akan kami monitoring lagi nanti saat mendekati liburan,” ujarnya.Menurutnya, agar protokol kesehatan tetap terjaga, semua stakeholder termasuk pelaku wisata harus sadar pentingnya penerapan 3M.“Intinya sudah kami peringatkan semuanya untuk disiplin agar perekonomian bisa tetap berjalan. Dan pihak pengelola juga kami imbau untuk membatasi wisatawan jika di lokasi wisata tersebut sudah cukup penuh, dan masuk secara bergantian,” tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler