Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Korban diketahui merupakan warga sekitar yang rumahnya tak jauh dari lokasi mayatnya ditemukan. Ia tinggal berdua dengan ibunya.

Warga sekitar Sugiyanto menceritakan, korban diketahui sudah tidak ada di rumah sekitar pukul 18.00 WIB setelah magrib.

Kemudian ia bersama ketiga warga lain mencari keberadaan korban namun hingga azan isya tak kunjung ketemu.

“Korban itu habis opname di rumah sakit, korban juga sore hari tadi itu kontrol. Ibunya waktu itu teriak minta pertolongan karena korban kondisinya belum pulih malah tidak ada di rumah. Pak RT menggerakkan warga lagi untuk mencari hingga akhirnya korban ditemukan di sungai,” katanya Selasa (1/12/2020).

Saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi telungkup terapung di aliran sungai yang dangkal.

“Kalau loncat dari jembatan itu tidak, soalnya jaraknya dari jembatan kecil yang di sebelah utara jembatan itu cukup jauh sekitar 15 meter. Terseret arus juga kemungkinan tidak karena airnya itu sangat dangkal,” ucapnya.

Kapolsek Gebog AKP Sumanah mengatakan dari pengakuan ibunya korban memiliki riwayat penyakit paru-paru. Diduga korban meninggal karena penyakitnya kambuh.
Kapolsek Gebog AKP Sumanah mengatakan dari pengakuan ibunya korban memiliki riwayat penyakit paru-paru. Diduga korban meninggal karena penyakitnya kambuh.“Kemungkinan pusing, tersandung dan telungkup di sungai. Posisi pusing kan tidak sadar, terus nyungsep itu tidak bisa bernapas karena di air. Dan tidak ditemukan tanda kekerasan. Ini keluarga sudah menerimakan sudah ikhlas,” ujarnya.Sementara dokter Puskesmas Gribig dr Besar Wahyu Riyadi menyatakan, tidak ditemukan tanda luka kekerasan pada tubuh korban.Hanya saja, saat ditemukan banyak luka yang diakibatkan karena gigitan kepiting sungai di bagian wajah, telinga, badan, hingga mulut.“Kalau tanda kekerasan tidak ada, dalam kantung mayat tadi juga masih ada kepiting kali yang menempel banyak. Korban diperkirakan sudah meninggal kurang lebih dua jam setelah ditemukan,” tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler