Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kasi Pengelola Pustaka pada Dinas Arpusda Kudus Ninik Mustikawati mengatakan, Kudus menjadi salah satu yang terbaik dari 28 perpustakaan yang terpilih pada 3 Desember 2020 lalu. Penyerahannya sendiri dibagi di empat regional.

"Ini karena pandemi penyerahannya dibagi empat regional. Kami ikut regional dua penyerahanya di Surabaya," katanya Kamis (10/12/2020).

Transformasi perpustakaan berbasis insklusi sosial sendiri, lanjut Lilik, yakni perpustakaan yaang memberikan layanan kepada masyarakat dalam mengakses informasi, kegiatan, pelatihan dan pembelajaran gratis.

"Jadi fungsi perpustakaan sekarang meluas. Bukan hanya sebagai tempat pinjam dan membaca saja. Tujuannya, untuk kesejahteraan masyarakat. Bisa di bidang keterampilan, kesehatan, pendidikan dan peningkatan ekonomi," ujarnya.

Ia merincikian, perpustakaan Kudus sudah memiliki berbagai agenda kegiatan. Seperti pelatihan web design, english fun learning untuk anak usia sekolah dasar, posyandu penyakit jantung bawaan untuk anak, kelas pelatihan merajut, hingga kelas literasi keterampilan bagi penyandang tuna netra mulai dari pembuatan sabun cair, komputer bicara hingga marketing online.
Ia merincikian, perpustakaan Kudus sudah memiliki berbagai agenda kegiatan. Seperti pelatihan web design, english fun learning untuk anak usia sekolah dasar, posyandu penyakit jantung bawaan untuk anak, kelas pelatihan merajut, hingga kelas literasi keterampilan bagi penyandang tuna netra mulai dari pembuatan sabun cair, komputer bicara hingga marketing online."Kami juga memfasilitasi ruangan hingga proyektor bagi komunitas yang akan mengadakan kegiatan seperti rapat dan kegiatan lain di sini gratis. Yang terbaru juga ada rekreasi dan edukasi budidaya ikan koi," jelasnya.Ke depan, pihaknya berencana menambah kelas penyiaran dengan melibatkan mahasiwa jurusan ilmu komunikasi dan penyiaran dan dengan peserta dari masyarakat umum. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News