Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kabid Kepemudaan pada Disdikpora Kudus Sunyoto mengatakan, penyuluhan bahaya narkoba ini menyasar pada generasi muda yang ada di Kudus. Yang melibatkan 50 peserta dari akademisi atau mahasiswa.
“Karena pemuda itu potensi, aset untuk masa depan. Jadi mereka harus tahu tentang ciri-ciri hingga bahaya penggunaan narkoba. Ini langkah kami untuk pemuda agar menyosialisasikan kepada generasi muda agar mereka terhindar dari bahaya narkoba,” katanya.
Telebih, lanjut Sunyoto, di era milenial ini yang tanpa batas untuk berinterasi secara global. Pemuda di Kudus harus bisa lebih sadar untuk tidak mendekat kepada narkoba. Sebab bahaya narkoba bisa menghancurkan masa depan.
“Penyuluhan ini sangat penting untuk mempertahankan kualitas dari pemuda itu sendiri. Di sini kami menghadirkan beberapa ahli mulai dari tokoh agama, praktisi pemuda, kepolisian hingga aktivis dari kelembagaan,” ucapnya.
Sementara Kasi Pembangunan Sumber Daya Pemuda Disdikpora Kudus Agus Subandi, menjelaskan sekilas mengenai ciri-ciri seseorang yang sudah terkena candu narkoba.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



