Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus -  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus terus mengupayakan agar setiap tahunnya desa wisata di Kudus mendapatkan surat keputusan (SK) penetapan dari bupati bertambah. Di awal tahun 2021 ini ada dua rintisan desa wisata yang akan diusulkan mendapatkan SK penetapan desa wisata.

"Ini ada dua wisata, yakni Desa Japan dan Desa Kajar yang akan kami usulkan mendapatkan SK Bupati di awal tahun 2021 ini," kata Kepala Disbudpar Kudus Bergas Catursasi Penanggungan, Selasa (26/1/2021).

Sebenarnya, lanjut Bergas, di Kota Kretek ini total rintisan desa wisata ada sebanyak 52 desa. Dan 15 Desa di antaranya sudah mendapat SK pada tahun 2020.

Di antaranya Desa Rahtawu, Ternadi, Dukuhwaringin, Kandangmas, Margorejo, Terban, Temulus, Jepang, Loram Kulon, Wates, Wonosoco, Padurenan, Jurang, Kaliputu, dan Tanjung Rejo sudah mendapatkan SK di tahun 2020.

"Yang belum ber-SK ini sedang dalam pembinaan kami. Terlebih desa-desa yang sudah mempunyai semangat lebih untuk maju," ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga memiliki treatment tersendiri khususnya bagi desa wisata yang sudah mendapatkan SK agar terus berkembang. Tidak hanya bimbingan untuk pembangunan fisik tapi juga bimbingan serta dorongan pada sumber daya manusianya (SDM) agar terus berkembang.
Lebih lanjut, pihaknya juga memiliki treatment tersendiri khususnya bagi desa wisata yang sudah mendapatkan SK agar terus berkembang. Tidak hanya bimbingan untuk pembangunan fisik tapi juga bimbingan serta dorongan pada sumber daya manusianya (SDM) agar terus berkembang.Seperti dengan adanya pelatihan dan pembinaan langsung ke desa-desa wisata, mengevaluasi dan memonitoring setiap saat.Para pakar pariwisata, akademisi, praktisi pariwisata, hingga penggerak pariwisata yang sudah memiliki prestasi di daerah lain, juga dihadirkan untuk membimbing SDM di desa wisata Kudus."Apalah artinya jika terus melakukan pembangunan fisik jika SDMnya kurang mendukung. SDMnya yang ada di wilaya desa wisata  itu juga harus memiliki inovasi, kreativitas untuk terus membuat hal yang baru untuk lebih mendukung memajukan desa wisata," pungkasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler