MURIANEWS, Kudus - Banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Wulan mengakibatkan sejumlah desa di Kudus terendam banjir. Bahkan saat ini banjir yang meluap ke pemukiman warga semakin tinggi
Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus menjadi salah satu desa yang hampir menyeluruh terdampak banjir. Ribuan nasi bungkus dipersiapkan setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Kepala Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus Didik Handono mengatakan pihaknya sudah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan warga selama terdampak banjir. Setiap harinya sekitar 6 ribu nasi bungkus disiapkkan.
"Kebutuhanya itu satu kali dua ribu nasi bungkus di kali tiga setiap harinya. Ini tadi juga
dropping logistik ada dari Dinas Sosial," katanya, Senin (1/2/2021).
[caption id="attachment_205947" align="alignleft" width="880"]

Banjir yang terjadi di Kudus akibat meluapnya Sungai Wulan di perkampungan warga terus meninggi. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]
Menurutnya selain kerurangan logistik bahan mentah, pihaknya juga kekurangan tenaga relawan yang bertugas untuk memasak. Sebab, bajir yang sudah menggenangi semenjak Sabtu (30/1/2021) sore, membuat sejumlah relawan cukup kelelahan.
"Tenaga relawan yang masak kami kekurangan. Bahan-bahan logistik sembako juga kami masih butuhkan seperti beras, minyak goreng, telur dan kebutuhan lain," ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi banjir saat ini masih cenderung mengalami kenaikan. Hanya saja kenaikan tersebut kini sudah cenderung landai jika dibandingkan hari sebelumnya.
"Yang paling tinggi itu sampai satu leher orang dewasa, sekitar 1,5 meter. Di Dukuh Karangturi 100 persen akses jalan terdampak, di Dukuh Setro RW 2 itu juga hampir semua rumah kemasukan air dan di Dukuh kalangan sekitar 50 persen rumah terendam," terangnya.
Lebih lanjut ia menyatakan dari dua dukuh tersebut ada sebanyak 523 KK yang terendam banjir. Kebanyakan waga di sana lebih memilih untuk mengungsi ke rumah saudara atau bertahan di rumahnya masing-masing."Ada yang dirumah saudara, ada yang bertahan dirumah, ada juga yang di rumah tetangganya yang masih aman," ujarnya.
Baca: Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Desa di Kudus Tergenang Banjir, Ribuan Warga TerisolirBanjir juga melanda Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kudus. Terutama di Dukuh Goleng, banjir mencapai hingga 1,5 meter."Kebanyakan bertahan di rumahnya, yang di posko kini baru ada dua keluarga," kata Kades Pasuruhan Lor Nor Badri.Pihaknya kini, baru mempersiapkan untuk mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan warga. Ia memperkirakan sebanyak 5.600 bungkus nasi yang dibutuhkan setiap harinya."Ini belum ada dapur umum, tapi sudah kami persiapkan. Tenda sudah kami dirikan. Satu kali makan itu sekitar 1200, itu belum relawan-relawan yang ikut membantu," tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha
[caption id="attachment_205946" align="alignleft" width="1024"]

Warga melintas di akses jalan yang terendam banjir di Desa Setrokalangan. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Wulan mengakibatkan sejumlah desa di Kudus terendam banjir. Bahkan saat ini banjir yang meluap ke pemukiman warga semakin tinggi
Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus menjadi salah satu desa yang hampir menyeluruh terdampak banjir. Ribuan nasi bungkus dipersiapkan setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Kepala Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus Didik Handono mengatakan pihaknya sudah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan warga selama terdampak banjir. Setiap harinya sekitar 6 ribu nasi bungkus disiapkkan.
"Kebutuhanya itu satu kali dua ribu nasi bungkus di kali tiga setiap harinya. Ini tadi juga
dropping logistik ada dari Dinas Sosial," katanya, Senin (1/2/2021).
[caption id="attachment_205947" align="alignleft" width="880"]

Banjir yang terjadi di Kudus akibat meluapnya Sungai Wulan di perkampungan warga terus meninggi. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]
Menurutnya selain kerurangan logistik bahan mentah, pihaknya juga kekurangan tenaga relawan yang bertugas untuk memasak. Sebab, bajir yang sudah menggenangi semenjak Sabtu (30/1/2021) sore, membuat sejumlah relawan cukup kelelahan.
"Tenaga relawan yang masak kami kekurangan. Bahan-bahan logistik sembako juga kami masih butuhkan seperti beras, minyak goreng, telur dan kebutuhan lain," ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi banjir saat ini masih cenderung mengalami kenaikan. Hanya saja kenaikan tersebut kini sudah cenderung landai jika dibandingkan hari sebelumnya.
"Yang paling tinggi itu sampai satu leher orang dewasa, sekitar 1,5 meter. Di Dukuh Karangturi 100 persen akses jalan terdampak, di Dukuh Setro RW 2 itu juga hampir semua rumah kemasukan air dan di Dukuh kalangan sekitar 50 persen rumah terendam," terangnya.
Lebih lanjut ia menyatakan dari dua dukuh tersebut ada sebanyak 523 KK yang terendam banjir. Kebanyakan waga di sana lebih memilih untuk mengungsi ke rumah saudara atau bertahan di rumahnya masing-masing.
"Ada yang dirumah saudara, ada yang bertahan dirumah, ada juga yang di rumah tetangganya yang masih aman," ujarnya.
Baca: Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Desa di Kudus Tergenang Banjir, Ribuan Warga Terisolir
Banjir juga melanda Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kudus. Terutama di Dukuh Goleng, banjir mencapai hingga 1,5 meter.
"Kebanyakan bertahan di rumahnya, yang di posko kini baru ada dua keluarga," kata Kades Pasuruhan Lor Nor Badri.
Pihaknya kini, baru mempersiapkan untuk mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan warga. Ia memperkirakan sebanyak 5.600 bungkus nasi yang dibutuhkan setiap harinya.
"Ini belum ada dapur umum, tapi sudah kami persiapkan. Tenda sudah kami dirikan. Satu kali makan itu sekitar 1200, itu belum relawan-relawan yang ikut membantu," tandasnya.
Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha