Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Ratusan warga terdampak banjir di Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Mejobo, Kudus masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Padahal banjir yang menggenangi kampung mereka semakin tinggi, berkisar antara 80 hingga 100 sentimeter.

Kepala Desa Payaman Nurhadi mengatakan, dari total 1.258 jiwa yang terdampak banjir di Dukuh Karanganyar, 50 persen di antaranya lebih memilih untuk tetap tinggal di rumahnya masing-masing. Sisanya, ada yang mengungsi di rumah saudara dan di posko pengungsian.

"Karena ada yang rumahnya sudah ditinggikan, ada juga yang ngungsi di tetangga yang rumahnya tinggi dan ada yang banjir sudah masuk tapi masih tidak mau ngungsi," katanya, Selasa (9/2/2021).

Per hari ini, lanjut dia, diposko pengungsian yang ada di SD 2 Desa Payaman baru ada sekitar 70 pengungsi. Jumlah tersebut berkurang jika dibandingkan dengan hari kemarin yang mencapai 94 orang.

"Memang berkurang, karena kemarin sore ada yang dijemput keluarganya. Dan pindah mengungsi di rumah saudaranya," ungkapnya.

Sementara salah seorang warga yang memilih bertahan di rumahnya, Sulikah mengaku meski ketinggian air mencapai selutut orang dewasa, dirinya memilih tidak mengungsi. Sebab, anaknya yang masih kecil rewel saat dibawa ke pengungsian."Ada anak kecil di rumah  nangis terus sering rewel, ditinggal masak saja sampai nangis. Dari hari Kamis itu airnya terus meninggi," ujarnya.Berbeda dengan Kasdi, warga yang lebih memilih untuk mengungsi lantaran merasa akan lebih aman saat berada di posko pengungsian. Meski begitu, dirinya sering menyambangi rumah untuk memastikan barang-barang yang di rumah aman dari banjir."Saya sekeluarga ngungsi sama istri, anak, menantu dan cucu total tujuh orang. Pulang kerumah itu kadang, lihat takutnya lemari jatuh terus baju basah semua. Kalau masalah makan di sini cukup sehari tiga kali, malah terkadang malam hari itu dikasih lagi," tandasnya.Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler