Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Banjir yang menggenangi permukiman di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus kini berangsur surut. Sejumlah akses jalan pun sudah mulai bisa dilewati dengan kendaraan.

Kepala Desa Payaman Nurhadi mengatakan, banjir sudah mengalami banyak penurunan. Saat ini banjir yang menggenangi jalan hingga masuk ke pemukiman warga bekisar dengan ketinggian 30 cm hingga 60 cm.

"Akses jalan saat ini sudah bisa dilewati dengan mobil biasa. Awalnya itu yang bisa cuma mobil sejenis jip, tapi ini ambulans sudah bisa lewat, tapi motor matik belum bisa," katanya, Sabtu, (13/2/2021).

Ia merincikan dari 319 rumah yang terdampak kini hanya sekitar 30 persen yang masih kemasukan air. Sementara sisanya, hanya menggenangi halaman rumah warga.

"Kalau untuk persawahan sekitar 50 hektare masih terdampak, dan tergolong tinggi sekitar satu meter lebih. Tapi persawahan yang sudah ditanami dan terancam puso itu ada sekitar 30 hektare, sisanya sudah diantisipasi warga," ujarnya.

Meski demikian, hingga saat ini sekitar 70 warga masih mengungsi di posko pengungsian SD 2 Payaman. Dan ada pula yang awalnya mengungsi di rumah tetangga ataupun saudaranya kini sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
Meski demikian, hingga saat ini sekitar 70 warga masih mengungsi di posko pengungsian SD 2 Payaman. Dan ada pula yang awalnya mengungsi di rumah tetangga ataupun saudaranya kini sudah kembali ke rumahnya masing-masing."Rencana besok ada seremonial memulangkan warga. Tapi jika ada yang masih mau mengungsi dan menunggu air banjir surut, kami persilahkan," jelasnya.Selain itu, pihaknya juga berencana memberhentikan operasional dapur umum yang ada di Balai Desa Payaman. Sebab, sejumlah relawan yang membantu menyediakan ribuan nasi bungkus setiap harinya juga sudah merasa kecapekan."Karena sudah 10 hari ini mereka juga capek. Tapi kalau ada yang masih mengungsi di posko nanti kami upayakan masih bisa membantu kebutuhan makannya," tandasnya Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler