Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Aglaonema atau biasa juga disebut aglonema, menjadi salah satu tanaman hias yang kini tengah naik daun. Tanaman dengan julukan ratu daun ini kian moncer tatkala pandemi melanda, di mana hobi tanaman hias kembali naik.

Dari ratusan jenis aglaonema yang beredar, ada beberapa jenis yang kini tengah ngetren dan jadi buruan para kolektor. Mereka tak segan merogoh kocek jutaan rupiah untuk mendapatkan tanaman ini.

Aglaonema dengan bentuk daun besar dan cekung seperti mangkuk, dengan warna-warna mencolok menjadi primadona dan ramai diperebutkan di berbagai forum lelang aglaonema.

Sebut saja aglaonema Goliat, Krisna Golden, Moonlight, Huges, dan Legacy mangkok. Selain itu, ada juga aglaonema Golden Hope yang masih membuat para kolektor penasaran.

Golden Hope merupakan aglaonema hasil persilangan karya maestro aglaonema Indonesia Greg Hambali. Aglaonema ini baru diluncurkan oleh Greg pada September 2020 lalu, dan jumlah yang beredar di pasaran ini belum begitu banyak.

[caption id="attachment_207384" align="alignleft" width="880"] Aglaonema Hughes merah dan Golden Hope. (Foto: FB @rezkiaglonema, @EgSa)[/caption]

“Goliat, Golden Hope ini salah satu Indonesian hybrid, karya maestro Greg Hambali yang diluncurkan 12 September lalu,” kata Andi 'Semi Aglao', salah satu penghobi dan aktivis komunitas aglaonema di kawasan Muria, dalam video vlognya.

Belum ada harga paten mengenai aglaonema Golden Hope. Namun informasi yang beredar, satu pot Golden Hope bisa ditebus mulai harga Rp 10 jutaan. Begitu juga dengan Goliat yang harganya juga antara Rp 5 juta sampai belasan juta rupiah, bergantung ukuran.

Sementara Moonlight, Krisna Golden, Hughes dan lainnya di forum lelang pasar aglaonema biasa dilepas mulai di angka Rp 2 jutaan.

Selain itu, aglaonema dengan daun merah merona juga masih menjadi primadona. Terutama di kalangan emak-emak maupun penghobi baru. Sebut saja aglaonema Kochin Suksom Jaipong.

[caption id="attachment_207385" align="alignleft" width="880"] Suksom jaipong culture ukuran remaja. (MURIANEWS/Ali Muntoha)[/caption]

Di pasaran, Suksom jaipong dengan ukuran remaja bisa ditebus mulai harga Rp 300 ribuan. Namun untuk yang Suksom super spesial dengan daun berbentuk mangkuk, harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Andi Kurniawan (31), Pengelola Pondok Bunga Tikno Unggul Kudus mengatakan, jika Suksom Jaipong ini menjadi primadona. "Suksom Jaipong ini yang banyak dicari karena memiliki warna daun merah cetar yang sangat menarik," katanya, Sabtu (20/2/2021).
Andi Kurniawan (31), Pengelola Pondok Bunga Tikno Unggul Kudus mengatakan, jika Suksom Jaipong ini menjadi primadona. "Suksom Jaipong ini yang banyak dicari karena memiliki warna daun merah cetar yang sangat menarik," katanya, Sabtu (20/2/2021).Warnanya yang sangat menarik, membuat aglaonema suksom jaipong ini memiliki harga yang tergolong cukup mahal. Semakin besar dan rimbun, harga suksom pun akan semakin mahal."Kalau stok yang masih ini tinggal yang harga Rp 350 ribuan dengan jumlah daun delapan sampai sepuluh, dan ketinggian sekitar 25 cm. Kalau yang paling mahal saya pernah jual Rp 1,5 juta itu tingginya sekitar 50 cm," jelasnya.Dalam satu bulan dirinya bisa menjual 100 tanaman aglaonema berbagai jenis. Dan sekitar 20 persen di antaranya merupakan Suksom Jaipong."Kebanyakan pembelinya itu hampir se eks-Karesidenan Pati. Ada yang kirim paket ada juga yang langsung datang," ucapnya.Untuk perawatannya, lanjut dia, Suksom Jaipong tergolong mudah. Untuk pemula pun bisa menanganinya.Yakni hanya memerlukan sedikitnya dua kali penyiraman dalam satu pekan. Tiap pagi, perlu dijemur dengan durasi kurang lebih 30 menit."Baiknya itu panas pagi, di bawah pukul 09.00. Sebaiknya penempatanya di teras dengan sirkulasi udara yang cukup dan juga jangan terkena panas langsung, karena daunnya bisa terbakar," jelasnya.Dalam perawatanya, tentunya tidak lepas dari kendala seperti serangan hama dan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan bahkan menyebabkan kematian pada tanaman. Di antara penyakit yang biasa menyerang tanaman hias aglaonema adalah busuk akar dan batang."Setelah busuk akar biasanya daunya itu lonyot. Tapi bisa diatasi dengan cara dibongkar media tanamnya, terus tanaman dicelup dengan fungisida, setelah itu ditanam lagi. Kalau  di batangnya juga ada yang luka biasanya itu dikasih betadine," tandasnya.Selain suksom, aglaonema berdaun merah seperti red anjamani, dut anjamani, pink katrina, dan red majesty juga cukup laku keras. Harganya untuk ukuran sedang atau remaja masih di bawah Rp 200 ribu. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler