Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Lembaga Penyelamat dan Penjaga Karya Budaya Bangsa (LPPKBB) Kabupaten Kudus menyayangkan makam atau punden Mbah Gendrosari di Dukuh Dalangan, Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, kini sudah tiada. Bahkan puing bekas makam salah satu cikal bakal tokoh Desa Barongan tersebut sama sekali sudah tak berbekas.

Sejarawan dan Ketua Lembaga Penyelamat dan Penjaga Karya Budaya Bangsa (LPPKBB) Kudus Sancaka Dwi Supani sangat menyayangkan hilangnya makam sesepuh tersebut. Padahal  adanya makam tersebut seharusnya dijaga dan dilestarikan.

"Sebulan lalu saya ke sini itu bilangnya ketutup aksesnya. Ini saya coba lagi akhirnya bisa lewat kok malah sudah tidak ada patoknya. Padahal itu makam sesepuh yang menyebarkan Islam di Dukuh Dalangan," katanya, Rabu (10/3/2021).

Pihaknya pun meminta agar pemerintah desa bisa kembali membangunkan makam atau punden tersebut. Meski sudah tak asli, paling tidak napak tilas atau sejarahnya masih bisa dikenang dan masih tetap ada untuk anak cucu nanti.

"Seharusnya ini masih bisa dibuatkan akses jalan kecil untuk sampai ke makam. Makamnya juga dibuatkan baru. Pelestarian itu perlu, barang siapa yang mehilangkan sejarah ini juga bisa kena pasal, itu tidak boleh," ungkapnya.

Sementara Erwin (47) warga Dukuh Dalangan, Desa Barongan, Kecamatan Kudus menyatakan sangat setuju jika makam Mbah Gendrosari dibangun kembali. Pihaknya juga baru mengetahui jika makam atau punden tersebut sudah tidak ada.

"Baru ini tau kalau sudah tidak ada. Itu makam nenek moyang harusnya dilestarikan dibangun lagi. Biar anak cucu kita nanti tahu," ungkapnya.

Baca: Duh, Makam Salah Satu Cikal Bakal Desa Barongan Kudus Lenyap Tak BerbekasSenada Wahyudi (47) yang juga warga sekitar mengatakan hal yang sama, makam sesepuh tersebut harus dilestarikan. Sebab, Mbah Gendrosari merupakan cikal bakal dan penyebar Islam di Dukuh Dalangan. "Itu sesepuh, saya sangat setuju kalau dibangun lagi," pungkasnya.Diberitakan sebelumnya Makam atau punden Mbah Gendrosari  cikal bakal Dukuh Dalangan, Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus lenyap tak berbekas. Tak hanya hilang, akses menuju ke area makam pun kini sudah tetutup permukiman penduduk.Juru kunci makam sekaligus modin Desa Barongan Solikhin mengatakan, baru mengetahui jika makam tersebut sudah tidak ada. Sebab, selama ini akses ke punden tersebut sudah tertutup pemukiman warga selama puluhan tahun.“Saya periode ke-5 jadi juru kunci baru 10 tahun lalu kondisinya sudah tertutup rumah. Dulu awal  itu masih ada makamnya. Hari ini tadi saya baru tahu kalau sudah tidak ada,” katanya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler