Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Bayi perempuan berusia tiga bulan yang ditinggalkan di teras rumah warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, diduga hasil hubungan gelap antara S warga Kecamatan Mejobo dengan seorang laki-laki berinisial SP.

SP sendiri diketahui sebagai anak pemilik rumah, namun kini keberadaanya tidak diketahui.

Polisi telah mengamankan S dan meminta keterangannya. Kapolsek Mejobo AKP Cipta mengatakan, dari hasil keterangan yang polisi dapatkan, antara S dan SP telah menjalin hubungan selama dua tahun.

Hingga akhirnya, S hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan yaang saat ini berusia tujuh bulan.

"Janjinya mau dinikahi. Tapi setelah anaknya lahir belum juga dinikahi, dan tidak diberi nafkah, ditengok juga tidak," katanya, Rabu (17/3/2021).

Hingga akhirnya sang ibu mengantarkan dan meninggalkan bayi tersebut ke rumah ibu SP. Pengakuannya kepada polisi, S bermaksud menitipkan bayi tersebut kepada pemilik rumah yang merupakan nenek sang bayi dan meminta SP untuk bertanggung jawab.

Waktu bayi tersebut ditinggalkan, tetangga sekitar pun melihatnya. "Aku titip bayi, titip putumu (cucumu). Pelaku bilang seperti itu pas meninggalkan bayi," ucapnya.

Kini polisi tengah mencari keberadaan SP untuk dimintai keterangan lebih lanjut. SP juga diketahui sudah berkeluarga.

"Informasinya SP itu sudah berkeluarga , sudah cerai atau belum masih kami selidiki. Karena belum tahu keberadaan SP sekarang di mana," tandasnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Jepang Dody Herbowo menjelaskan, saat ditemukan kondisi bayi tersebut sehat dan aktif. Namun memang pada saat itu bayi tersebut rewel karena haus dan lapar, sehingga pihaknya memberikan susu untuk anak tersebut agar lebih tenang."Memang suhu badanya agak tinggi 37,8 derajat celsius. Tapi sekarang sudah turun, roti dan susu bayi sudah diberikan," ungkapnya.Baca: Malam-Malam, Bayi Perempuan Ditinggalkan Begitu Saja di Teras Rumah Warga Desa Jepang KudusBayi perempuan itu, kebetulan dilahirkan di Puskesmas Jepang. Setelah dicek datanya bayi tersebut telah berusia tujuh bulan."Dari data ibunya dari Desa Rahtawu, kita cek ternyata data-datanya ada. Karena memang dilahirkan di sini," pungkasnya.Diberitakan sebelumnya bayi perempuan berusia tujuh bulan ditinggalkan di teras rumah Kusni (60) di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Selasa (17/3/2021) malam tadi. Penemuan bayi itu sempat membuat geger warga setempat. Kusni sendiri mengaku tak mengenal perempuan yang meninggalkan bayi di teras rumahnya itu.Bayi tersebut diduga ditinggalkan perempuan berinisal S warga Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus yang diduga ibu kandung bayi tersebut. Saat ini perempuan itu sudah diamankan polisi untuk dimintai keterangan. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler