Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Aksi pencurian tanaman hias di Rizky Flower yang berada di Jalan Lingkar Utara turut Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus terekam kamera pengintai (CCTV), Jumat (26/3/2021) dini hari. Bahkan video rekaman CCTV yang merekam aksi pencuri itu juga ramai beredar di grup WhatsApp.

Dalam video yang berdurasi 90 detik itu, terlihat seorang pria berpakaian kuning kecokelatan dan masih menggunakan helm masuk ke dalam toko tanaman hias saat hari masih gelap. Dengan santainya pria tersebut berjalan dan mengambil tanaman hias kemudian keluar melalui pintu sebelah barat.

Motor pria tersebut juga nampak dilengkapi dengan kerombong atau keranjang anyam di belakangnya yang digunakan untuk menaruh tanaman hias hasil curianya. Tak berselang lama pria tersebut lantas pergi ke arah timur.

Owner Rizky Flower, Maskan (50) membenarkan kejadian pencurian tersebut. Awalnya tanaman bonsai yang diambil pencuri itu dikiranya laku terjual. Namun saat ditanyakan ke karyawan belum menjualnya.

"Setelah itu saya cek CCTV ternyata diambil orang. Kejadiannya itu sekitar pukul 03.30 WIB," katanya saat ditemui di Rizky Flower, Sabtu (27/3/2021).

Menurutnya pelaku mengambil tiga tanaman bonsai. Satu tanaman bonsai serut berukuran besar, dan dua bonsai mame anting putri berukuran kecil.

"Lewatnya melalui barat yang bisanya saya tutup dengan tumpukan media tanam cocopeat dan sekam bakar. Tapi pas sebelum kejadiaan itu setelah ada kiriman pot datang dan lupa balikin cocopeatnya, jadi ada celah buat lewat," katanya.
"Lewatnya melalui barat yang bisanya saya tutup dengan tumpukan media tanam cocopeat dan sekam bakar. Tapi pas sebelum kejadiaan itu setelah ada kiriman pot datang dan lupa balikin cocopeatnya, jadi ada celah buat lewat," katanya.Ia menjelaskan, pencuri tersebut masuk ke dalam halamanya dua kali, yang pertama mengambil sebuah bonsai serut berukuran besar. Dan yang kedua masuk kembali mengambil dua bonsai mame anting putri berukuran kecil."Gerak-geriknya itu seperti sudah tahu, soalnya pas masuk langsung menuju ke tempatnya dan langsung diambil. Kebetulan yang di CCTV depan itu waktu kejadian tertutup ranting, dan lampunya juga mati, jadi tidak kelihatan jelas motornya apa," jelasnya.Meski demikian, pihaknya tidak melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian, sebab jika ditaksir kerugiannya tidak terlalu banyak. Pihaknya juga akan lebih waspada lagi, sebab di masa pandemi ini tanaman hias kembali bergeliat."Kerugian tiga bonsai itu sekitar Rp 500 ribu. Setelah kejadian kemarin, saya sering pantau CCTV yang ada, apalagi saat malam hari. Dulu juga pernah tahun 2007 pernah kehilangan juga waktu booming gelombang cinta, tapi sudah lama,” pungkasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler