Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Pelatihan penguatan pendidikan karakter digelar untuk siswa SMA Negeri 2 Bae, Kudus selama dua hari Jumat-Sabtu (9-10/4/2021). Pendidikan karakter yang digelar tersebut, menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Salah satunya, Kepala Unit Keamanan Khusus Satintelkam Polres Iptu Subkhan. Dalam kesempatan itu, ia mengatakan, pendidikan karakter merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diajarkan kepada para pelajar. Pendidikan karakter juga nantinya akan dikonsistenkan sebagai sebuah kebiasaan.

"Setelah menjadi kebiasaan, akan menjadi sebuah kebudayaan pendidikan karakter pelajaran menghadapi pandemi Covid -19, " kata penulis buku Menutup Celah Penyebaran Ideologi Teroris (Mencepit) itu.

Pandemi Covid -19, lanjut dia, telah berpengaruh pada kehidupan manusia secara global dan tanpa terkecuali. Begitu juga dengan pemanfaatan teknologi informasi atau internet di kalangan generasi muda.

"Kebutuhan primer mereka, seperti sandang, pangan, dan papan sekarang telah ditambah dengan paket data internet. Data riset menunjukkan dari 260 juta penduduk Indonesia 63 juta di antaranya adalah anak usia milenial, 94,4 persen dari itu terkoneksi internet dan 79,0 persen membuka HP satu menit setelah bangun tidur, " katanya.

Menurutnya, kondisi yang demikian itu, bisa dimanfaatkan oleh sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga, terdapat peningkatan anak muda di usia milenial yang terpapar paham radikal, terlibat kenakalan  remaja, hingga penyalahgunaan narkoba.

"Pelajar harus memiliki karakter baik, yakni dipengaruhi oleh performance character dan moral character. Performance character ditandai dengan selalu berkomitmen memperbaiki diri, berusaha mencapai tujuan terukur, memiliki tekad kuat dan percaya diri, serta memiliki kreativitas. Kemudian moral character yakni bersikap respek, menghargai orang lain, bertanggung jawab, berperikemanusiaan, berintergritas serta memiliki keberanian moral, " jelasnya.Dalam konteks dunia pendidikan di masa pandemi Covid -19, sambungnya, para pelajar  harus memiliki inisiatif dan kreativitas yang tinggi. Sehingga bisa mengetahui dan memaksimalkan sisi positif dari sebuah keadaan yang tengah terjadi."Tentunya dengan target terukur, tekad kuat serta usaha maksimal sebagai cermin memikirkan kinerja karakter dan moral karakter yang baik., " imbuhnya.Sementara Waka Kesiswaan SMAN 2 Bae Ernawati menyatakan, kegiatan pendidikan karakter di masa pandemi ini diharapkan akan lebih meningkatkan semangat belajar dan meningkatkan prestasi anak.Terlebih, pemateri yang dihadirkan memiliki kompetensi di bidangnya dengan latar belakang polisi, akademisi hingga peneliti.Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler