Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Tim rukyatul hilal Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus bersama sejumlah ahli falaq dan tokoh agama dari berbagai organisasi melaksanakan pemantauan Hilal penentuan awal Ramadan 1442 H, Senin (12/4/2021) petang.
Sayangnya, dalam pantauan sejumlah ahli di Gedung J lantai 6 Universitas Muria Kudus menggunakan teodolik, teropong bintang dan binokular, hilal sama sekali tak bisa terlihat.
Kepala Kantor Kemenag Kudus Akhmad Mudzakir mengatakan, tidak terlihatnya hilal dalam di Kudus lantaran tertutup oleh mendung. Apapun hasilnya, pihaknya akan melaporkannya ke pemerintah pusat.
"Tadi memang tidak terlihat, hasilnya kami laporkan ke Kementerian Agama di pusat, " katanya.
Meski tidak terlihat, menurutnya keputusan awal Ramadan ada pada pemerintah pusat. Sebab, pemantauan hilal tidak hanya dilakukan di satu kota/kabupaten saja.
"Tinggi hilal tadi tiga derajat, secara ilmu hisab itu kemungkinan bisa dilihat. Tapi tadi karena tertutup hilal jadi tidak bisa terlihat," ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pemantauan hilal dari Gedung J Lantai 6 UMK. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Tim rukyatul hilal Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus bersama sejumlah ahli falaq dan tokoh agama dari berbagai organisasi melaksanakan pemantauan Hilal penentuan awal Ramadan 1442 H, Senin (12/4/2021) petang.
Sayangnya, dalam pantauan sejumlah ahli di Gedung J lantai 6 Universitas Muria Kudus menggunakan teodolik, teropong bintang dan binokular, hilal sama sekali tak bisa terlihat.
Kepala Kantor Kemenag Kudus Akhmad Mudzakir mengatakan, tidak terlihatnya hilal dalam di Kudus lantaran tertutup oleh mendung. Apapun hasilnya, pihaknya akan melaporkannya ke pemerintah pusat.
"Tadi memang tidak terlihat, hasilnya kami laporkan ke Kementerian Agama di pusat, " katanya.
Meski tidak terlihat, menurutnya keputusan awal Ramadan ada pada pemerintah pusat. Sebab, pemantauan hilal tidak hanya dilakukan di satu kota/kabupaten saja.
"Tinggi hilal tadi tiga derajat, secara ilmu hisab itu kemungkinan bisa dilihat. Tapi tadi karena tertutup hilal jadi tidak bisa terlihat," ujarnya.
Baca: