MURIANEWS, Kudus - Satu tenaga kependidikan atau staf tata usaha (TU) di SMP 2 Jekulo, Kabupaten Kudus, terkonfirmasi positif Covid -19. Akibatnya, ujian sekolah tatap muka di SMP tersebut yang rencananya digelar mulai 19 April 2021 pun batal digelar.
Begitu juga proses vaksinasi guru untuk persiapan ujian sekolah juga sementara ditunda. Saat ini yang bersangkutan juga tengah menjalani isolasi mandiri.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Harjuna Widada membenarkan ada seorang staf TU SMP 2 Jekulo yang terkonfirmasi positif.
Pihaknya juga mengatakan sudah menerima pemberitahuan bahwa yang bersangkutan kini menjalani isolasi mandiri.
"Yang bersangkutan menjalani isolasi mandiri mulai 8-21 April 2021, saya baru kemarin tahu," katanya Jumat (16/4/2021).
Lantaran ada satu staf TU yang terkonfirmasi positif, lanjut dia, ujian sekolah tatap muka di SMP 2 Jekulo Kudus juga dibatalkan. Meski demikian, hal tersebut menurutnya tidak memengaruhi sekolahan lain yang akan melakukan ujian sekolah tatap muka.
"Hanya satu sekolah itu yang batal, karena ada satu yang positif dan tetap menggunakan daring. Kami juga segera saya minta untuk bisa ditracing. Vaksinasi perisapan ujian sekolah juga sementara ditunda," jelasnya.
"Hanya satu sekolah itu yang batal, karena ada satu yang positif dan tetap menggunakan daring. Kami juga segera saya minta untuk bisa ditracing. Vaksinasi perisapan ujian sekolah juga sementara ditunda," jelasnya.Pihaknya pun belum mengetahui secara pasti dari mana yang bersangkutan bisa terkonfirmasi positif. Pihaknya pun berharap agar hasil tracing kontak erat nanti semuanya negatif."Semoga hasil tracing nya tidak ada lagi yang positif. Ini juga yang bersangkutan sudah hampir selesai masa isolasi mandirinya, " ungkapnya.Sementara Kepala Puskesmas Tanjungrejo Masvan Yulianto menyatakan, hari ini pihaknya telah melakukan
tracing kontak dengan yang bersangkutan. Alhasil, empat orang yang berada dalam satu ruangan besok akan menjalani
swab test besok."Karena waktu itu yang bersangkutan masuk cuma hanya
finger print dan tidak terlalu kontak dengan yang lain. Empat orang teman satu ruangan InsyaAllah besok di-
swab di Puskesmas Tanjungrejo meski hari ini mereka tidak memiliki gejala apapun," pungkasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha
[caption id="attachment_190656" align="alignleft" width="880"]

Ilustrasi (Pixabay)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Satu tenaga kependidikan atau staf tata usaha (TU) di SMP 2 Jekulo, Kabupaten Kudus, terkonfirmasi positif Covid -19. Akibatnya, ujian sekolah tatap muka di SMP tersebut yang rencananya digelar mulai 19 April 2021 pun batal digelar.
Begitu juga proses vaksinasi guru untuk persiapan ujian sekolah juga sementara ditunda. Saat ini yang bersangkutan juga tengah menjalani isolasi mandiri.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Harjuna Widada membenarkan ada seorang staf TU SMP 2 Jekulo yang terkonfirmasi positif.
Pihaknya juga mengatakan sudah menerima pemberitahuan bahwa yang bersangkutan kini menjalani isolasi mandiri.
"Yang bersangkutan menjalani isolasi mandiri mulai 8-21 April 2021, saya baru kemarin tahu," katanya Jumat (16/4/2021).
Lantaran ada satu staf TU yang terkonfirmasi positif, lanjut dia, ujian sekolah tatap muka di SMP 2 Jekulo Kudus juga dibatalkan. Meski demikian, hal tersebut menurutnya tidak memengaruhi sekolahan lain yang akan melakukan ujian sekolah tatap muka.
"Hanya satu sekolah itu yang batal, karena ada satu yang positif dan tetap menggunakan daring. Kami juga segera saya minta untuk bisa ditracing. Vaksinasi perisapan ujian sekolah juga sementara ditunda," jelasnya.
Pihaknya pun belum mengetahui secara pasti dari mana yang bersangkutan bisa terkonfirmasi positif. Pihaknya pun berharap agar hasil tracing kontak erat nanti semuanya negatif.
"Semoga hasil tracing nya tidak ada lagi yang positif. Ini juga yang bersangkutan sudah hampir selesai masa isolasi mandirinya, " ungkapnya.
Sementara Kepala Puskesmas Tanjungrejo Masvan Yulianto menyatakan, hari ini pihaknya telah melakukan
tracing kontak dengan yang bersangkutan. Alhasil, empat orang yang berada dalam satu ruangan besok akan menjalani
swab test besok.
"Karena waktu itu yang bersangkutan masuk cuma hanya
finger print dan tidak terlalu kontak dengan yang lain. Empat orang teman satu ruangan InsyaAllah besok di-
swab di Puskesmas Tanjungrejo meski hari ini mereka tidak memiliki gejala apapun," pungkasnya.
Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha