Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Selama tahun 2021 ini, Kodim 0722/Kudus menargetkan akan membedah 15 rumah tidak layak huni di Kota Kretek. Proses renovasi rumah tak layak huni itu akan menggandeng dengan PR Sukun.

"Tahun ini ada 15 unit rumah yang tersebar di sembilan kecamatan di Kudus yang akan dibedah. Dan tidak menutup kemungkinan jumlahnya bisa bertambah," kata Dandim 0722/Kudus Letkol Kav Indarto, Jumat (23/4/2021).

Pihaknya akan bertanggung jawab dalam program bedah rumah, dari mulai pembangunan awal hingga rumah tersebut sudah layak dihuni. Pemilik rumah tidak perlu memikirkan biaya pengadaan material, biaya tenaga pekerja, ataupun yang lain.

"Semua biaya awal sampai akhir kami yang tanggung.  Kami pastikan bisa selesai hingga rumah tersebut layak dihuni," ujarnya.

Sebelum melakukan bedah rumah, pihaknya juga sudah menerjunkan tim untuk melakukan suveri langsung ke lapangan. Rumah yang akan dibedah, lanjut dia, juga harus memiliki keabsahan surat hak milik (SHM) sebagai kepemilikan pribadi.

"Jadi kami prioritaskan memang untuk yang benar-benar membutuhkan. Rumah juga harus milik sendiri, bukan kontrak atau warisan yang belum dipecah. kalau misalnya waris juga harus ada keterangan rumah itu telah dihibahkan, " jelasnya.Masyarakat, sambung dia, juga bisa melaporkan ke Koramil terdekat jika mengetahui ada tetangga atau sudaranya yang rumahnya sudah tidak layak dan butuh bantuan. Tahun 2020 lalu, juga sudah ada enam unit rumah tidak layak yang sudah dibedah atau direnovasi."Anggaran yang dikeluarkan beda-beda, tergantung kerusakan. Ada yang bangun dari awal harus dirobohkan ada juga yang sebagian. Ada 120-an rumah tidak layak huni yang dilaporkan ke jajaran koramil, " ucapnya.Ia berharap program bedah rumah yang setiap tahunnya rutin digalakkan tersebut bisa meringankan beban warga kurang mampu. Terlebih, dalam hal penyediaan tempat tinggal yang lebih layak.Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler