Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus -  Polri menerjunkan pasukan Brimob dari Mabes Polri untuk membantu penanganan corona di Kabupaten Kudus. Tak hanya dari mabes, pasukan yang diterjunkan itu juga di dalamnya ada personel Brimob dari Polda Jateng, dan Polda Jabar.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, pasukan Brimob akan ditugaskan di sejumlah desa di Kudus  yang kini tengah melakukan pembatasan kegiatan. Karena banyak warga di desa-desa itu yang terpapar Covid-19, dan isolasi mandiri.

"Satu SSK (satuan setingkat kompi) Brimob saya geser ke sana untuk memantau masyarakat. Jadi pembatasan maksimal ya harus maksimal, isolasi tapi keluyuran tidak ada seperti itu," katanya, Jumat (4/6/2021).

Pasukan Brimob ini akan bergabung dengan petugas gabungan dalam penanganan Covid-19 di Kota Kretek.

Sebagai contoh, lanjut Kapolda,  ketika masyarakat terpapar dan melakukan isolasi mandiri di rumah, maka setiap tiga hari sekali petugas gabungan bisa mengontrol di rumah tersebut.

Kemudian, pemberlakuan program Jogo Tonggo juga harus dimaksimalkan. Minimal diberi asupan makanan minimal nya satu mi instan atau satu kilogram beras. "Dan itu harus bersama-sama tidak bisa bekerja sendiri," ucapnya.

Selain itu, operasi yustisi dan pengetatan PPKM MIkro di Kabupaten Kudus ini, akan terus ditingkatkan.
Selain itu, operasi yustisi dan pengetatan PPKM MIkro di Kabupaten Kudus ini, akan terus ditingkatkan.“Operasi Yustisi ini akan kami giatkan dan galakkan pagi, siang dan malam. Pasukan sudah siap melakukan operasi ini, kalau perlu sanksi sosial yang akan kami berikan,” ungkapnya.Setiap pekannya, juga harus terus dilakukan evaluasi dan terus dimaksimalkan. Sehingga kasus corona di Kudus bisa segera mereda.Terpisah, Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan, sebanyak 264 personel Polres Kudus juga diterjunkan dalam PPKM Mikro. Selain itu satu kompi personel cadangan juga akan disiagakan dan akan siap ketika dibutuhkan."Itu juga untuk membantu meningkatkan operasi yustisi. Operasi akan lebih gencar, keras dan disiplin, serta edukasi kepada masyarakat, karena saat ini kasus Covid-19 di Kudus masih tinggi. Sehingga tidak ada toleransi untuk mayarakat yang tidak disiplin prokes," pungkasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler