Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) membuat tempat isolasi terpusat berkonsep 'Pesantren Covid-19 Shelter' di kompleks kampus.

Pembuatan shelter Covid-19 itu bentuk kerja sama kampus dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) , Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), LAZISMU, Universitas Muhammadiyah Kudus, dan Rumah Sakit Aisyiyah Kudus.

Pesantren Covid-19 Shelter itu, diresmikan Bupati Kudus HM Hartopo, Rabu (16/6/2021). Shelter itu, berkapasitas 32 tempat tidur, lengkap dengan sarana prasarana yang dibutuhkan pasien.

Rektor UMKU Rusnoto mengatakan, dengan mengangkat nama pesantren tersebut, nantinya bukan hanya kesehatan jasmani yang diperhatikan. Namun juga pembinaan rohani yang akan tetap jalan hingga pasien sembuh.

"Kami menyebut pesantren supaya pasien yang melakukan isolasi bukan dianggap sebagai penderita. Tapi sebagai santri yang sedang 'digodok' untuk sembuh dari Covid-19. Kami lebih senang menggunakan istilah pesantren untuk motivasi," katanya.

[caption id="attachment_223373" align="alignleft" width="880"] Bupati Kudus HM Hartopo meninjau tempat isolasi Pesantren Covid-19 Shelter di UMKU. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]

Di Pesantren Covid-19 itu, nantinya akan tenaga kesehatan yang berjaga dari Rumah Sakit Aisyiyah, hingga Klinik Asyifa. Setiap harinya ada enam nakes yang akan berjaga di tiga sif.

"Relawan juga akan menjaga 24 jam, yang akan melaporkan jika ada sesuatu yang darurat dan menghubungkan ke Rumah Sakit Aisyiyah. Jika nanti perlu dirujuk di rumah sakit, maka ambulans di sini juga stanby 24 jam," jelasnya.

Begitu juga, kebutuhan makan pun sudah dipersiapkan dari organisasi-organisasi Muhammadiyah. Baik dari Lazismu, RS Aisyiyah, PDM, ataupun UMKU sendiri.
Begitu juga, kebutuhan makan pun sudah dipersiapkan dari organisasi-organisasi Muhammadiyah. Baik dari Lazismu, RS Aisyiyah, PDM, ataupun UMKU sendiri."Mungkin juga kami akan share jika mungkin ada masyarakat yang ingin membantu. Keluarga tidak boleh berkunjung atau menunggui yang tengah isolasi," ucapnya.Sementara Bupati Kudus HM Hartopo sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih lantaran adanya shelter yang bisa membantu pemerintah daerah dalam pemusatan isolasi pasien Covid-19. Apalagi jika hal tersebut bisa diikuti seluruh elemen baik universitas ataupun perusahaan."Ini sangat bagus, kalau ini bisa diikuti segala elemen yang ada di Kudus sangat luar biasa. Jadi tidak usah evakuasi isolasi mandiri di luar kota. Di sini (Shelter UMKU) juga dekat dengan keluarga," terangnya.Apalagi, ada double skrining yang dilakukan petugas sebelum memasuki shelter tersebut. Skrining di RS Aisyiyah, ataupun sebelum memasuki shelter tersebut."Jadi barang kali ada gejala bisa dilaporkan dan dibawa ke RS Aisyiyah. Jadi bukan asal dari skrining bisa diterima," pungkasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntohahttps://youtu.be/bSZ8XHE9ngQ

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler