Petugas Gabungan Dikerahkan untuk Maksimalkan PPKM Darurat di Kudus
Yuda Auliya Rahman
Sabtu, 3 Juli 2021 16:12:38
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Petugas gabungan dikerahkan untuk mengoptimalkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kudus. Personel berasal dari Polres Kudus, Kodim, Dishub, Satpol-PP hingga Brimob dan BKO TNI yang diperbantukan di Kota Kretek.
Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan, petugas gabungan sebenarnya sudah dikerahkan sebelum adanya PPKM Darurat. Namun kini pihaknya memaksimalkan kembali operasi-operasi di sejumlah titik keramaian.
"Jadi kami sekarang langsung action, karena ini darurat tidak ada sosialisasi, langsung jalan," katanya, Sabtu (3/7/2021).
Seluruh aktivitas di masyarakat, lanjut dia, memang diberikan pembatasan. Baik di tempat ibadah, restoran, mal atau tempat wisata atau yang lain.
"Semua sesuai instruksi mendagri dan presiden. Seperti restoran jika saat kami operasi masih ada kursinya, kami angkut, tidak boleh makan di tempat. Mal juga ditutup kalau tidak akan kami segel. Kami perang dengan Covid-19," ujarnya.
Pihaknya juga menyiapkan personel yang melakukan penebalan-penebalan di tingkat desa. Selain personel Polres Kudus, masih ada juga 167 personel Brimob yang kini masih bertugas di Kudus.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Kendaran pasukan gabungan yang akan dikerahkan menyisir seputaran Kota Kretek. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Petugas gabungan dikerahkan untuk mengoptimalkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kudus. Personel berasal dari Polres Kudus, Kodim, Dishub, Satpol-PP hingga Brimob dan BKO TNI yang diperbantukan di Kota Kretek.
Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan, petugas gabungan sebenarnya sudah dikerahkan sebelum adanya PPKM Darurat. Namun kini pihaknya memaksimalkan kembali operasi-operasi di sejumlah titik keramaian.
"Jadi kami sekarang langsung action, karena ini darurat tidak ada sosialisasi, langsung jalan," katanya, Sabtu (3/7/2021).
Seluruh aktivitas di masyarakat, lanjut dia, memang diberikan pembatasan. Baik di tempat ibadah, restoran, mal atau tempat wisata atau yang lain.
"Semua sesuai instruksi mendagri dan presiden. Seperti restoran jika saat kami operasi masih ada kursinya, kami angkut, tidak boleh makan di tempat. Mal juga ditutup kalau tidak akan kami segel. Kami perang dengan Covid-19," ujarnya.
Pihaknya juga menyiapkan personel yang melakukan penebalan-penebalan di tingkat desa. Selain personel Polres Kudus, masih ada juga 167 personel Brimob yang kini masih bertugas di Kudus.
"Di desa awal-awal setelah Lebaran sudah ketat, tapi ini kami perketat lagi, harus action," tegasnya.
Sementara Dandim 0722/Kudus Letkol Kav Indarto menjelaskan, pihaknya meminta seluruh stakeholder bisa mendukung kebijakan kali ini. Pihaknya juga mengerahkan personel Kodim dan BKO TNI yang tersebar di sejumlah desa.
"Desa-desa yang masih zona merah kami pertebal, di Kudus ada 27 zona merah yang tersebar di delapan kecamatan. Kaliwungu hijau semua, aman, kalau tingkat RT sudah tidak ada yang zona merah," jelasnya.
Pihaknya berharap dengan pengetatan personel dan masyarakat yang kini turut membantu menyukseskan PPKM Darurat, Kudus bisa segera masuk zona hijau.
Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha