Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Penutupan akses jalan menuju jantung kota Kudus selama PPKM Darurat ditambah di empat titik. Sehingga secara keseluruhan titik jalan yang ditutup kini ada 12 titik yang mengarah menuju kawasan kota.

Ke-12 ruas jalan yang ditutup yakni Perempatan Jember, Pertigaan PPRK, Perempatan Baagil, Proliman Barongan, Simpang Ngembal, depan Terminal Induk Jati, depan Pura Jati, Simpang SMP 2 Kudus, Perempatan Panjang, Perempatan Jetak,  sempalan Jati, dan Perempatan Sleko.

Kasatlantas Polres Kudus AKP Galuh Pandu Pandega mengatakan, penambahan titik penutupan jalan tersebut merupakan evaluasi dari yang sudah diterapkan sebelumnya. Langkah ini diambul untuk mengurangi mobilitas warga.

"Penyekatan ini kami fokuskan ke ruas-ruas jalan yang utamanya menuju kota," katanya, Rabu (7/7/2021).

Ia menyebut, di sejumlah titik penyekatan juga diperketat penjagaannya. Ada enam personel gabungan di sejumlah titik penyekatan wilayah kota.

Yakni dua personel dari kepolisian, dua personel dari TNI dan dua personel dari Dinas Perhubungan.

"Jadi yang boleh masuk itu jika ada yang bekerja mungkin di instansi atau tempat kerja di lokasi yang kami sekat, itu yang diperbolehkan. Kalau masyarakat tidak ada kepentingan, atau hanya mau lewat ya kami putar balik silahkan cari jalan lain," ujarnya.

Begitu juga bagi masyarakat dari luar kota pun akan dialihkan menuju jalan lain agar tidak menuju arah Kota."Seperti yang dari Tanggulangin dari luar kota kami alihkan ke Lingkar Timur, mungkin warga sekitar yang pakai kendaraan roda dua kami toleransi untuk lewat, tapi yang menggunakan roda empat kami alihkan semua," terangnya.Terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Kudus Putut Sri Kuncoro menyebut, penjagaan personel gabungan difokuskan di titik penyekatan yang mengarah ke wilayah Kota. Personel yang bertugas akan dibagi menjadi tiga sif, pagi, siang, dan petang-malam.Sementara beberapa titik seperti, Barongan, sempalan SMP 2 Kudus, Jetak dan Panjang memang difokuskan untuk memecah arus lalu lintas agar tidak terlalu banyak kendaraan yang menuju ke titik penyekatan yang ada di wilayah kota."Jadi seperti yang di Jetak itu, fokusnya untuk memecah jumlah kendaraan yang masuk. Kalau di sekitar wilayah kota itu memang ada penjaganya agar tidak ada yang menerobos masuk," tandasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler