Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus -  Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus menjadi salah satu desa di Kudus yang memiliki kawasan perbukitan (kawasan Patiayam) yang cukup luas. Namun saat ini kondisinya pun cukup gersang, lantaran sudah jarangnya pepohonan besar di wilayah tersebut.

Sekelompok mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang melakukan program kuliah kerja nyata (KKN) di desa tersebut pun tergerak. Mereka melakukan penanaman bibit pohon di kawasan perbukitan Patiayam.

Kelompok mahasiswa tersebut yakni, Adinda Amalia, Yayang Eka Januarda N, Setya Nindi Andika, Adelia Rahma Selena, Fanessa Mellinia T, Latifah Ridho F, Ester Afrilya Limbong, Jusogi Kholdun Aflaka, Yuniar Amalia, dan Hayyuning Nosa Vedatalitha.

Adinda Amalia menjelaskan, ada sebanyak 50 pohon yang diberikan dan menjadi program penanaman tim KKN UNS di Desa Terban. Puluhan pohon tersebut, diharapkan bisa kembali menjadikan kawasan Patiayam Kudus menjadi lebih hijau.

Apalagi, lanjut dia, saat ini Desa Terban Tengah gencar-gencarnya merintis sebagai Desa Wisata. Sehingga, dengan adanya pepohonan yang rimbun akan bisa membuat udara di sekitar menjadi lebih sejuk.

"Ada 25 pohon mangga dan 25 pohon pete yang kami berikan. Ini inisiatif dari program KKN kami, desa wisata akan menjadi lebih bagus karena dengan penghijauan," katanya, Rabu (11/8/2021).Dirinya bersama sembilan mahasiswa lain, akan melakukan KKN di Desa Terban selama 45 hari. Menurutnya, ada salah satu program yang diunggulkan untuk membantu desa tersebut, yakni pemberdayaan kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat."Jadi bukan pembentukan, tapi pemberdayaan pokdarwis agar bisa meningkatkan wisatanya. Kami juga memiliki program lain, seperti pembuatan petunjuk jalan untuk mempermudah wisatawan, sosialisasi Covid-19, belajar mengajar, hingga posyandu, " pungkasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler